• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Rendemen Tebu Petani Di Jember Turun

28/09/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JEMBER –  Rendemen tebu petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur terus menurun dari 6,5 persen menjadi 5,8 persen akibat hujan yang mengguyur di kabupaten setempat sejak Agustus hingga Sepetember 2016.

“Saat ini rendemen tebu terus turun yakni berkisar 5,7% hingga 5,8%  akibat hujan yang terus mengguyur Jember, bahkan beberapa hari terakhir hujan cukup deras juga turun di beberapa kecamatan di Jember,” kata Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Jember Yeyek Sugiarto di Jember, Rabu (28/9/2016).

Selain rendemen tebu yang rendah, lanjut dia, biaya tebang dan angkut tebu juga bertambah tinggi saat musim hujan, sehingga hal tersebut juga berdampak pada pendapatan petani tebu yang menurun.

“Biaya angkut tebu di masing-masing kecamatan juga berbeda, seperti biaya angkut di Kecamatan Tanggul dengan jarak 0-10 kilometer sebesar Rp3.500 per kuintal, sedangkan di Kecamatan Sumberbaru jarak 10-20 km sekitar Rp4.500 per kuintal. Padahal produksi tebu di setiap 1 hektare lahan berkisar 800 kuintal hingga 1 ton,” paparnya.

Ia mengatakan petani tidak mengalami kerugian akibat rendemen rendah, namun keuntungannya yang berkurang karena masih tertolong harga lelang yang tinggi di tingkat petani yang mencapai Rp11.650 per kilogram di Pabrik Gula Semboro,” katanya.

Harga itu lebih tinggi dibandingkan HPP (Harga Patokan Pemerintah) tahun ini sebesar Rp9.100 per kilogram, namun pasokan gula yang cukup melimpah menyebabkan harga lelang juga terus turun.

“Kami berharap harga lelang untuk musim giling tahun ini tetap stabil minimal Rp11.000 per kilogram karena rendemen masih sangat rendah bahkan cenderung menurun akibat hujan deras,” ujarnya.

Sementara Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat (PPTR) Muhammad Ali Fikri mengatakan rendemen tebu pada 26 September 2016 berkisar 6,29 hingga 6,30 persen, sehingga kesimpulannya rendemen petani di wilayah Pabrik Gula Semboro rata-rata 6,3 persen.

“Kisarannya turun 0,6 persen hingga 1 persen kalau secara agregat musim giling, namun sesuai data tercatat juga rendemen tebu sebagian petani di Jember terendah 5,8 persen,” imbuhnya.

Ia mengatakan faktor utama penurunan rendemen tebu milik petani karena faktor hujan yang terjadi sejak awal musim giling pada Agustus 2016 hingga sekarang.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version