EKONOMIPOS.COM (EPC),LONDON – Tembakau asal Indonesia merupakan komoditas yang tidak asing lagi bagi Kota Bremen, Jerman, yang menjadi pusat perdagangan tembakau asal Indonesia, khususnya tembakau Sumatra, yang berlangsung selama lebih dari lima dekade.
Pemilik Hellmering, Kuhne & Co. Gmbh & Co. KG (HKC), Mr. Wolfgang G. Kuhne, kepada Konsul Jenderal RI Hamburg Sylvia Arifin menyebutkan tembakau Sumatra menjadi primadona penggemar cerutu di Eropa.
Hal tersebut terungkap pada saat Konjen RI Hamburg meninjau langsung proses pelelangan tembakau asal Sumatra pada 14 September 2016. Hal itu dinyatakan pejabat Pensosbud KJRI Hamburg Indri Rasad, Jumat (16/9/2016).
Lokasi proses pelelangan tembakau Sumatra tersebut berlangsung di bekas gedung bursa tembakau Bremen (Bremer Tabakborse) yang berlokasi di Speicherhof 1, 28217 Bremen.
Selama kunjungan ke HKC, Mr. Wolfgang G. Kuhne menjelaskan secara singkat sejarah keberadaan pusat pelelangan tembakau Sumatra di kota Bremen.
Kegiatan pelelangan tembakau asal Indonesia di Bremen dimulai sejak 1959 ketika proses pelelangan tembakau hasil panen perkebunan di Indonesia dipindahkan dari Belanda ke Bremen, Jerman.
Pemindahan tersebut ditandai dengan dibentuknya Deutsch-Indonesische Tabak Handelsgesellschaft GmbH & Co KG (DITH) di Bremen tanggal 13 Februari 1959 yang berlokasi di bursa tembakau Bremen (Bremer Tabakborse).
Dalam perkembangannya, tembakau asal Sumetra produksi PT Pekebunan Nusantara II (PTPN II) masih memanfaatkan sistem penjualan lelang melalui HKC.
Perusahaan asal Bremen tersebut secara eksklusif merupakan agen pemasar tunggal untuk seluruh dunia dari produk tembakau Sumatra yang dihasilkan perkebunan milik PTPN II. Lelang tembakau Sumatra dilakukan sebanyak satu kali dalam setahun untuk menjual hasil panen tembakau satu tahun sebelumnya, dalam hal ini lelang untuk hasil panen 2015.
Secara umum, mekanisme lelang terdiri dari masa dua minggu uji coba sample produk tembakau Sumatra oleh calon pembeli dan kemudian diikuti masa penawaran dan pemesanan (confirmed order).
Dari sisi volume, tahun ini HKC melakukan pelelangan tembakau Sumatra dengan jumlah total mencapai 1.033 bal tembakau dari berbagai tingkatan kualitas.
Jumlah calon pembeli tembakau Sumatra yang saat ini berada di fasilitas pelelangan HKC berjumlah 10 perusahaan produsen cerutu ternama yang berasal dari wilayah Eropa Barat seperti Belanda, Belgia, Denmark, Swiss dan Spanyol.
Berdasarkan informasi dari Mr. Wolfgang G. Kuhne, pemasaran hasil panen 2015 telah berlangsung sangat baik dengan kualitas tembakau yang sangat baik pula.
(Bisnis)



