• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Trader Sangsikan Harga Gas Hilir Jadi US$5 Per MMBtu

15/09/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Pedagang gas meragukan harga gas hilir bisa turun menjadi US$5 per MMBtu.

Ketua Indonesia Natural Gas Trader Association (INGTA) Sabrun Jamal mengatakan harga gas hulu sebesar US$4 per MMBtu tak mungkin terealisasi. Pasalnya, saat ini pun harga yang diterima di tingkat trader rata-rata sebesar US$7,5 per MMBtu.

Bila PNBP migas digunakan untuk mengompensasi harga gas, dia menyebut hal itu belum tentu cukup untuk mengompensasi harga hingga setengah dari harga jual gas pipa saat ini.

“Cost-nya di hulu memang tinggi. Rata-rata harganya US$7,5 per MMBtu,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (15/9/2016).

Harga gas hulu, tutur Sabrun, memang tinggi karena faktor risiko yang tinggi. Sementara, margin di tingkat distribusi maksimum US$1 per MMBtu.

Daripada melakukan kajian untuk menurunkan harga gas yang terlalu rendah, dia menyarankan agar kebijakan paket ekonomi jilid III untuk menurunkan harga gas maksimum US$2 per MMBtu bagi industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet sesuai Peraturan Presiden No.40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

“Turun US$2 dari US$8 aja enggak pernah terjadi. Enggak muluk-muluk, harga gas turun jadi US$9 di Medan juga sudah bagus,” katanya.

Pengamat Energi Pri Agung Rakhmanto menilai seharusnya pemerintah tahu berapa biaya yang dibutuhkan sampai produksi di kepala sumur. Dengan begitu, margin wajar bisa diatur pada tiap segmen.

Adapun, pemerintah jangan hanya melihat satu sisi saja dalam menetapkan margin atau harga tersebut sehingga mematikan salah satu segmen.

Faktor output industri pun, katanya, harus dipertimbangkan. Pemerintah, katanya, harus melihat industri mana yang hasil produksinya dinikmati langsung oleh masyarakat di dalam negeri.

“Pemerintah harus berdiri di tengah. Tidak hanya melihat satu sisi ketika mau menurunkan harga di end user. Kalau terlalu rendah, mematikan di hulu. di midstream, infrastruktur enggak berkembang,” katanya.

 

(Bisnis)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version