• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Dampak Kenaikan Ekspor Garmen Baru November

17/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Kenaikan pesanan dari luar negeri dalam beberapa bulan terakhir baru berdampak pada nilai ekspor garmen mulai November.

Lembaga riset dan analisis IHS Markit pada awal Oktober menyatakan salah satu pendorong peningkatan aktivitas industri pada September adalah kenaikan permintaan ekspor, terutama dari Eropa.

Laju pertumbuhan pesanan ekspor adalah yang paling tajam dalam 28 bulan terakhir dengan 19% dari produsen yang disurvei menyatakan kenaikan pesanan dari luar negeri.

Dorongan ekspor tersebut mempertahankan industri manufaktur Indonesia pada posisi ekspansif. Nikkei Indonesia Manufacturing Purchasing Manager Index naik dari level 50,4 pada Agustus ke level 50,9 pada September.

Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Sutanto mengatakan industri garmen sudah merasakan kenaikan permintaan dari luar negeri dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan permintaan tersebut berasal dari brand luar negeri yang mempersiapkan barisan produk musim dingin mereka.

“Order memang ada kenaikan, kondisinya sesuai dengan yang [perusahaan[ kami alami. Namun, untuk Indonesia secara keseluruhan perlu dilihat lagi,” katanya kepada Bisnis pada Senin (17/10/2016).

Dia memperkirakan dampak kenaikan order baru tampak pada data perdagangan November sesuai dengan tren periodik industri garmen. Nilai ekspor garmen Indonesia biasanya memuncak pada April-Agustus dan November-Januari.

“Posisi ekspor secara value free on board pada April sampai dengan Agustus. Naik lagi pada November-Januari,” kata Anne.

Data BPS menunjukkan nilai ekspor pakaian jadi Indonesia naik 1,64% dari US$5,53 miliar pada Januari-September 2015 menjadi US$5,44 miliar pada Januari-September 2016. Nilai ekkspor garmen merosot 8,34% pada September 2016 dibandingkan Agustus 2016.

Garmen adalah komoditas industri manufaktur penyumbang nilai ekspor terbesar kedua buat Indonesia selain minyak kelapa sait (CPO). Nilai ekspor garmen pada 2015 mencapai US$6,41 miliar.

 

(bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version