• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Menteri Susi Sayangkan Reklamasi Teluk Jakarta Yang Terburu-buru

04/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM(EPC), JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyayangkan pembangunan reklamasi Teluk Jakarta yang lebih dulu daripada proyek bendungan pencegah banjir Ibu Kota.

Susi juga menceritakan, rapat dengan Menko Maritim terdahulu, Rizal Ramli, membahas pembangunan bendungan dengan tujuan pencegahan banjir Jakarta. Namun dalam pelaksanaannya, pulau-pulau bagian reklamasi Teluk Jakarta dibangun lebih dulu.

“Jadi jika sekarang Jakarta banjir, ya bukan hal aneh. Ini flooding project, mempercepat air dari hulu, tapi malah memperlambat air menuju pantai, bukan naturalisasi atau dibelokkan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/10/2016).

Susi membenarkan izin reklamasi dengan luas tanah kurang dari 500 hektare merupakan wewenang pemerintah provinsi. Namun, tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah memberi rekomendasi sebagaimana diatur Peraturan Presiden No 112/2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang menyebut pelaksanaan reklamasi harus seizin KKP.

“Pulau yang di bawah 500 ha memang menggunakan izin Pemprov. Tapi ya kalau pulaunya ada 17, apalagi melibatkan tiga provinsi, mau bagaimana?” imbuhnya.

Saat ini, Susi beserta kementerian terkait tengah menunggu keputusan dari Bappenas terkait pelaksanaan reklamasi Teluk Jakarta yang sepakat dihentikan bersama karena tumpang tindih peraturan.

Jika tidak ditangani secara komprehensif oleh pusat, tutur dia, maka proyek itu akan menjadi masalah besar.

“Saya setuju harus melibatkan swasta, tapi drive (kendali) harus di pemerintah. Karena kalau hanya swasta, bisa seenaknya sendiri,” ujar Susi.

Susi menjelaskan pembangunan reklamasi harus sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta jangan menabrak peraturan, merusak lingkungan, dan merugikan nelayan.

Dia menyebutkan saat ini terdapat 37 lokasi yang akan dikembangkan melalui reklamasi. Sebanyak 17 lokasi sedang dalam proses reklamasi, sedangkan 20 lainnya masih persiapan.

 

(BISNIS)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version