EKONOMIPOS.COM (EPC),MALANG – Bulog Malang berhasil menyerap beras petani sebanyak 53.500 ton sampai pertengahan Oktober 2016 yang berarti mencapai 89% dari target pengadaan sebanyak 60.000 ton sampai akhir tahun.
Kepala Bulog Malang Arsyad mengatakan relatif tingginya realisasi penyerapan beras petani oleh badan tersebut bisa terjadi karena pasokan beras di tingkat petani relatif banyak. “Hal itu terjadi karena musim tanam padi tahun ini bisa dilakukan sepanjang tahun berkat musim kemarau basah,” ujarnya di Malang, Kamis (20/10/2016).
Dengan kekurangan 6.500 ton, dia optimistis dapat dipenuhi sampai akhir tahun karena di sentra produksi padi masih panen di Oktober-Desember 2016. Daerah-daerah tersebut, seperti sebagian dari Kab. Malang, Kab. Pasuruan, Ngawi, dan Jombang serta sebagian kecil dari Kab. Blitar.
Dengan banyaknya beras di tingkat petani, maka harga beras menjadi stabil. Beras kualitas medium di tingkat petani masih banyak yang dipatok Rp7.300kg, sehingga masih dalam jangkauan harga pembelian pemerintah (HPP) yang juga dipatok sebesar itu. Di pasar, harga beras kualitas medium berkisar antara Rp7.500-Rp7.800/kg.
Dengan harga sebesar itu, maka Bulog masih berpeluang besar menyerap beras petani karena harga di pasar tidak terlalu terpaut jauh dengan HPP.
Di sisi lain, Bulog mempunyai keunggulan kompetitif karena bisa menyerap beras petani dalam jumlah berapa pun asal masih dalam jangkauan HPP. Di samping itu, Bulog langsung dapat membayar beras petani. “Jadi cash and carry,” ujarnya.
Selain faktor harga, dalam penyerapan beras Bulog banyak dibantu institusi lain, seperti TNI, Dinas Pertanian, Gapoktan dan Poktan, mitra kerja Bulog, selain Satker Bulog sendiri sehingga dapat mempercepat serapannya.
Dengan pengadaan sebanyak itu, maka kebutuhan operasional Bulog akan dapat dipenuhi sampai beberapa bulan pada tahun depan. Untuk beras premium, Bulog juga melakukan penetrasi pasar sehingga harganya tidak menaik lewat Rumah Pangan Kita.
(Bisnis)



