• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Petronas Nantikan Persetujuan SKK Migas

10/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM(EPC),JAKARTA –Petronas Carigali menantikan persetujuan atas rencana pengembangan lapangan lanjutan atau plan of further development (PoFD) di Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang, Jawa Timur.

President Petronas Carigali Muriah Limited Mohamad Zaini mengatakan pihaknya telah mengajukan PoFD dan kini masih menanti persetujuan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Petronas memiliki saham sebesar 80% dan PT Saka Ketapang Perdana, anak perusahaan PT PGN Tbk 20% di blok yang berlokasi di laut utara Jawa Timur itu.

Adapun, PoFD biasanya diajukan untuk rencana pengembangan lanjutan sebuah lapangan yang sudah berproduksi di struktur yang sama namun belum tercantum dalam rencana pengembangan (plan of development/PoD). Ditargetkan kegiatan pengembangan bisa dilakukan pada 2018 dan selesai pada 2021.

“Kami melihat ada pembangunan yang akan datang di Ketapang sedang tunggu persetujuan SKK Migas. Kalau dapat , dua tahun lagi ada pembangunan di Ketapang,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (10/10).

Rencananya, Petronas akan mengebor sebanyak tujuh sumur tambahan. Sementara, pada Lapangan Bukit Tua produksinya kini sebesar 18.000 barel per hari (bph).

Namun, pada tahun depan diperkirakan produksi lapangan tersebut turun menjadi 15.000 bph karena tekanan dari reservoir menurun secara alami.

Oleh karena itu, pada tahun depan kegiatan akan difokuskan untuk mempertahankan produksi daripada harus menambah produksi.

“Produksi minyak 15.000 bph karena ada reservoir pressure berkurang, natural decline.”

Di sisi lain, produksi gas di Lapangan Kepodang, Blok Muriah, Jawa Timur diproyeksikan bisa terkerek naik pada 2017.
Menurutnya, diharapkan lapangan tersebut bisa naik produksinya dari 85 juta kaki kubik per hari (million metric cubic feet per day/MMscfd) menjadi kisaran 115 MMscfd hingga 120 MMscfd.

Rencananya, pada Oktober 2016 dilakukan pengeboran satu sumur dan satu sumur lainnya pada awal 2017.

Penambahan produksi, katanya, dilakukan karena pihaknya terikat komitmen menyuplai gas ke pembangkit listrik Tambak Lorok.

Petronas Carigali Muriah Ltd mengoperasikan wilayah kerja Blok Muriah, dengan kepemilikan sebesar 80%, sementara sisanya sebesar 20% dipegang Saka Energi Muriah Ltd.

” di Kepodang. Mungkin sekitar 115 sampai 120 MMscfd. Sekarang, lebih kurang 85 MMscfd. Mau tambah dua sumur,” katanya.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version