SEKTOR MIGAS: Riau Diminta Siapkan Tenaga Kerja Lokal

by

EKONOMIPOS.COM(EPC)PEKANBARU – Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi M. Hanif Dhakiri meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk menyiapkan tenaga kerja sektor minyak bumi dan gas dari lokal.

Hal ini diungkapkannya karena minimnya tenaga kerja sektor migas dari Riau, mengingat Riau merupakan salah satu daerah migas terbesar di Indonesia. Industri migas di Riau masih banyak menggunakan tenaga kerja asing.

“Pemerintah Provinsi Riau harus menyiapkan tenaga kerja untuk sektor migas melalui Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” katanya, saat berada di Pekanbaru, Kamis (6/10/2016).

Pemerintah Provinsi Riau bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mengurangi tingkat penangguran. Dia mengatakan tenaga kerja sektor migas kerap mempekerjakan tenaga kerja asing.

Dominasi tenaga kerja lokal Riau dilatarbelakangi dari tenaga profesional sektor Migas. Dia mentoring Pemerintah Provinsi Riau untuk senantiasa memperhatikan sumber daya manusia itu agar tidak kalah dari gempuran tenaga kerja asing.

Salah satunya dengan cara melakukan sertifikasi tenaga kerja. Kendala seperti ini, kata Menteri Hanif, selalu terkait soal legalitas dan jumlah tenaga lokal yang sudah mengantongi sertifikasi tenaga kerja. Adanya sertifikasi tenaga kerja profesional merupakan salah satu syarat penting, agar SDM lokal Riau bisa bersaing dengan tenaga kerja asing.

Tenaga kerja profesional sektor Migas di Riau patut dikhawatirkan akan tergerus perlahan jika pemerintah daerah tidak membentengi hal ini sejak dini. Sejauh ini pemerintah pusat memang tidak pernah mempermasalahkan masuknya tenaga kerja asing profesional, jika masuk ke tanah air secara legal.

Dia meminta pemerintah daerah juga harus bisa mengantisipasi masalah ini dengan melakukan penindakan tegas. Hanif tidak menampik banyak masalah tenaga kerja asing di sektor migas juga sering terjadi pelanggaran.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau bersedia menyiapkan tenaga kerja lokal untuk sektor tersebut. Salah satu cara Pemerintah Provinsi Riau dengan menyiapkan tenaga kerja dari pelatihan di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan akan memperbaiki menajemen dan kurikulum BLK ke yang lebih modern. Riau juga menyiapkan tenaga kerja yang lebih banyak dam lebih berkhualitas. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan SDM yang juga dipersiapkan untuk sektor migas,” katanya.

Namun, akibat pelemahan harga minyak bumi, perusahaan migas menghentikan kontrak kerja kepada ribuan tenaga kerja sektor migas. Pemerintah Provinsi Riau memprediksi jumlah tenaga kerja yang di PHK bakal mencapai 85.000 orang.

Banyak pihak yang memprediksi harga minyak dunia akan membaik seiring proyeksi kenaikan permintaan, pengetatan pasokan, rencana diskusi antarnegara produsen perihal tingkat produksi, dan melemahnya Dolar Amerika Serikat.

 

(Bisnis))