TRADE EXPO INDONESIA (TEI): Transaksi Ditarget US$1 Miliar

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA—Kementerian Perdagangan optimistis dalam ajang tahunan Trade Expo Indonesia pada hari ini (12/10), bakal meraup transaksi senilai US$1 miliar disumbang persiapan matang, produk berkualitas, serta belasan ribu pembeli dari berbagai negara.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan dalam pameran tahunan tersebut, pihaknya memfasilitasi 1.100 perusahaan nasional sebagai peserta pameran. Dia menyebut, ajang ini akan mendongkrak ekspor produk dalam negeri. Sebab, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga mendatangkan 14.700 buyer lintas negara.

“Tahun lalu transaksi itu mencapai US$909 juta, termasuk jasa. Tahun ini kami mau angkat menjadi US$1 miliar termasuk transaksi di barang dan jasa,” ujar Enggar di sela-sela gladi resik Trade Expo Indonesia di Jakarta, Selasa (11/10) malam.

Enggar mengungkapkan dalam pameran tersebut, produk nasional akan dipamerkan di lahan seluas 50.000 meter persegi yang terbagi dalam enam zonasi, yakni zona manufaktur; furnitur dan dekorasi rumah; produk makanan, minuman, perikanan, dan pertanian; kerajinan premium, kecantikan, dan gaya hidup; industri kreatif; serta jasa dan investasi.

Kemendag memang menjadikan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) tahun ini menjadi sarana fasilitasi diversifikasi produk dan pasar tujuan ekspor. Diversifikasi produk dilakukan agar Indonesia tak lagi mengandalkan ekspor komoditas migas.

“Kita harus mulai menaruh investasi tidak di satu keranjang saja,” ujar Enggar.

Untuk diversifikasi pasar tujuan ekspor, Enggar merinci, pembeli dari pasar nontradisional yang akan mendominasi TEI 2016 yakni Afrika dan Timur Tengah. ”Kami harapkan mereka melakukan transaksi bisnis sekaligus menanamkan investasinya di Indonesia.”

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan TEI 2016 bakal meraup nilai transaksi di bidang barang mencapai US$800 juta atau setara Rp10,4 triliun.

Untuk target secara total, Arlinda berujar angka tersebut masih dihitung dengan memasukkan asumsi bidikan dari sisi jasa dan investasi.

Adapun, target di sisi jasa akan dihitung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Sementara di sisi investasi, bakal disampaikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Tahun ini, TEI mengusung tema “Indonesia: Source of Natural & Creative Products”. Hal tersebut sejalan dengan upaya Kemendag dalam menerapkan strategi diversifikasi produk ekspor.

Komoditas kopi dan kayu pun akan menjadi primadona dalam ajang ini. Pasalnya, TEI 2016 menyediakan lokasi khusus untuk mempromosikan specialty coffee khas Indonesia serta kayu ringan.

Nantinya, buyer potensial yang hadir dalam ajang ini akan mendapat pendampingan dari Kementerian Luar Negeri dan dibawa ke daerah-daerah potensial lain di Indonesia. Selain itu, buyer juga diberi kesempatan melakukan one on one meeting dengan 34 pejabat provinsi di Indonesia untuk memperdalam informasi tentang potensi bisnis.

 

(Bisnis)