APJII: Pengguna Internet di Pulau Jawa Tembus 86,3 Juta

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),SEMARANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan pengguna internet didominasi di Pulau Jawa dengan angka 86,3 juta atau 65% dari total pengguna 132,7 juta orang.

DPP Ketua Umum APJII‎, Jamal‎ul Izza mengatakan populasi terbanyak di Pulau Jawa karena infrastruktur yang sudah tersedia dengan baik. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong peningkatan pengguna internet di daerah Indonesia bagian timur. Menurutnya, dari hasil surveinya penggunaan digital semakin penting untuk dilakukan guna mempercepat sebuah kinerja.

Di Pulau Jawa, pengguna internet yang paling mendominasi dari seluruh pengguna yang berjumlah 132,7 juta orang, dari populasi sekitar 250 juta,” paparnya di sela-sela‎ Seminar CIO Sharing ‘Transforming Your Organization in digital era’‎, di Semarang, Selasa (29/11/2016).

Pihaknya meminta internet service provider (ISP) membangun infrastruktur jaringan internet yang semula dari tengah kota ke pinggiran atau sampai pelosok desa.  Menurutnya, strategi persebaran jaringan internet harus merambah ke daerah pinggiran yang diiringi pembangunan infrastruktur. “Semestinya pengguna internet tersebar merata di seluruh Indonesia tidak hanya didominasi di kota besar,” ujarnya.

Dia mengatakan kecepatan internet masih didominasi di kota besar‎, dan terutamanya di Pulau Jawa. Makanya kecepatan internet di Jakarta lebih cepat dibandingkan dengan di daerah pinggiran.

Jamalul mengatakan ‎rencana pemerintah yang menggalangkan program Palapa Ring untuk meningkatkan pemerataan jaringan internet di seluruh Indonesia, dinilai dapat mendukung pertumbuhan penggunaan internet.

Program yang ditargetkan selesai pada 2019 tersebut, lanjutnya, memperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan pengguna internet 65%-75% dari seluruh populasi di Indonesia.

Dia mengatakan anggota APJII yang berjumlah 380 anggota ISP diharapkan untuk mendorong daerah terpencil. “Tentu saja pembangunan infrastruktur di Jawa, berbeda dengan pulau lainnya karena kondisi geografis yang beda juga,” kata dia.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti mengatakan dahsyatnya pertumbuhan pengguna internet dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Jumlah pengguna internet yang semula hanya 42 juta pada 2010, kemudian meningkat menjadi 88,1 juta pada 2014.

“Pada 2017 mendatang, netter’ (pengguna internet) di Indonesia tumbuh sampai 112 juta, yang dapat mengalahkan Jepang karena pertumbuhannya jauh lebih lambat,” ujar dia.

Ita sapaannya, mengaku setelah mempertahankan penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) pada tahun 2015 lalu dan 2016 ini akan mendorong Kota Semarang pada 2017 mendtang dengan membuat kampung tematik yang sudah memiliki basis IT.

‎”Kami akan membuat kampung tematik yang sudah berbasis IT (teknologi informasi-red) dalam pemberdayaan masyarakatnya, lalu kita kaitkan dengan e-commerce,” katanya.

 

(Bisnis)