• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

DIRUT PLN: Proyek 35.000 Megawatt Sesuai Target

02/11/2016
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Direktur Utama PLN Sofyan Basyir (kanan) bersiap memberikan arahan kepada jajaran manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jakarta, Selasa (7/4). Presiden mentargetkan pengadaan 35 ribu MegaWatt dalam jangka waktu lima tahun. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/mes/15

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Direktur Utama PLN Sofyan Basyir (kanan) bersiap memberikan arahan kepada jajaran manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN), Jakarta, Selasa (7/4). Presiden mentargetkan pengadaan 35 ribu MegaWatt dalam jangka waktu lima tahun. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/mes/15

Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA –  Direktur Utama PT PLN Sofyan Basyir mengklaim proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt masih sesuai target.

“Masih, masih (sesuai target) makanya kalau nanya ke Dirut PLN bukan ke yang lain,” kata Sofyan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan jika sejumlah proyek terkait pembangkit listrik belum mencapai tahap COD (commercial operational date) karena memang masih dalam proses.

Namun, ia menegaskan sebagian proyek yang ditangani investor Tiongkok sudah berjalan karena memang tidak memerlukan “financial closed”.

“Proyek yang Jepang juga ada beberapa yang sudah jalan tanpa ‘financial closed’,” katanya.

Ia membantah jika proyek pembangkit listrik tersebut tidak mencapai target yang diinginkan.

“Sudah hampir 40 persenan, sekitar 37%,” katanya.

Sementara untuk sejumlah proyek pembangkit listrik yang mangkrak, ia menyebutkan ada 34 proyek dengan 12 di antaranya akan diterminasi alias dihentikan.

“Dari 34 yang 12 kita terminasikan karena sebagian sudah jalan sebagian tidak layak dilanjutkan,” katanya.

Caranya, kata dia, dengan menarik transmisi atau menggantinya dengan pembangkit lain karena sebagian di antaranya juga belum dibangun.

Sedangkan 12 proyek lainnya akan dilanjutkan karena setelah ditelusuri sempat ada “dispute” dalam internal pemegang saham perusahaan pelaksana.

“Lalu sebagian lain masih dalam taraf negosiasi karena antara PLN, Kejaksaan, dengan BPKP sedang ‘cut off’ berhitung ulang secara detail, jadi mungkin bulan depan baru kita bisa,” katanya.

(bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version