• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Merambah ke Bisnis Barang Konsumsi, Grup Glico Investasi Rp406 Miliar

21/11/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM(EPC),JAKARTA – Glico Group Worldwide telah menginvestasikan dana sekitar Rp406 miliar untuk merambah bisnis barang-barang konsumsi di Indonesia.

Glico Group Worldwide melalui Ezaki Glico bersama Wings Grup membuka perusahaan patungan bernama PT Glico-Wings. Dalam laman resmi Glico, investasi perusahaan es krim ini mencapai Rp350 miliar atau setara 50% dari total investasi.

Setelah berhasil membangun industri manufaktur dan distribusi es krim, Glico pun membuka membentuk PT Glico Indonesia yang menangani industri pengolahan snack dan coklat. Investasi yang digelontorkan Glico mencapai Rp56,42 miliar.

Meskipun Glico pemain baru di Indonesia, akan tetapi produk andalannya yakni Pocky yang telah masuk ke ritel-ritel modern. Dalam laporan keuangan, manajaman Grup Glico akan fokus menggarap potensi pada di Vietnam dan Indonesia.

Analis PT Mandiri Sekuritas Adrian Joezer menuliskan dalam riset kehadiran Glico Wings akan membuat pergeseran pasar es krim Indonesia. Dia mengungkapkan pangsa pasar es krim milik Unilever terbilang besar yakni menguasi 68% pada 2015 dari pasar.

Saat ini, pemain utama dalam bisnis es krim yakni PT Unilever Indonesia Tbk. dan PT Campina Ice Cream. Adrian mengungkapkan untuk jangka menengah, Glico Wings tengah memasang target untuk mengincar 10% dari pangsa pasar.

Tak bisa dihindari pendapatan Unilever yang 15% berasal dari es krim pada tahun lalu berpotensi bergeser. Adapun produk yang akan dirilis Glico Wings yakni Waku Waku untuk anak-anak, J Cone untuk remaja serta Frost Bite dan Haku untuk orang dewasa.

Adrian mengungkapkan seluruh bahan baku akan berasal dari lokal, sedangkan matcha diimpor dari Jepang. Pabrik perusahaan patungan ini berada di Karawang dengan luas 70.000 meter persegi.

Dalam laporan keuangan konsolidasi Glico periode 2015-2016, yang berakhir pada Maret 2016, penjualan bersih Glico mencapai 338,43 miliar yen, atau setara US$3 miliar, tumbuh 5,96% dari posisi 319,39 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version