• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Program Keramba Jaring Apung Tidak Akan Ditambah

03/11/2016
Share on FacebookShare on Twitter
EKONOMIPOS.COM(EPC),JAKARTA — Pemerintah tidak akan menambah keramba jaring apung baru tahun depan, tetapi lebih fokus pada pengoperasian kembali keramba-keramba yang mangkrak karena pembudidaya kesulitan modal.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan revitalisasi akan dilakukan dengan mengisi keramba dengan benih ikan. Revitalisasi itu akan dilakukan terhadap 250 unit keramba jaring apung (KJA) atau 1.000 lubang keramba dengan dana Rp12,5 miliar. Keramba-keramba itu tersebar di Kepulauan Riau, Lampung, Lombok, dan Kepulauan Seribu.
“Tahun 2017 tidak ada lagi penambahan KJA, tapi lebih pada pengisian ataupun mengoperasionalkan KJA yang sudah pernah dibantu, tetapi sekarang tidak operasional karena kemarin ada yang berhenti cukup lama,” katanya, Kamis (3/11/2016).
Bantuan pengadaan KJA baru terakhir dilakukan tahun ini sebanyak 202 paket di 48 kabupaten/kota. Hingga akhir Oktober, KKP menyatakan pengadaan KJA sudah terealisasi seluruhnya.
Slamet menyebutkan setidaknya ada tiga penyebab keramba-keramba bantuan itu mangkrak. Pertama, pembudidaya tidak mempunyai modal untuk melanjutkan usaha. Kedua, terkendala teknis operasional. Ketiga, pembudidaya ikan laut mengalami keraguan pada awal tahun ini, saat penerbitan izin kapal pengangkut ikan hidup dimoratorium hingga penerbitan Peraturan Menteri KP No 15/2016, sehingga mereka tidak menebar benih.
 “Ada yang telanjur tidak punya modal untuk beli bibitnya, pakan, dan lain-lain, sementara pasar sudah mulai terbentuk lagi pascarevisi Permen 15 sehingga pemerintah akan memberikan bantuan benih agar para pembudidaya berusaha lagi,” kata Slamet.
Di luar 250 unit mangkrak yang akan dibantu pemerintah, sebenarnya masih ada 170 unit KJA mangkrak lain atau 680 lubang yang belum tercakup. Slamet menyatakan 680 lubang itu akan dikerjasamakan dengan Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hipilindo) dan Himpunan Keramba Jaring Apung Indonesia (Hiperindo) untuk mendongkrak produksi budidaya ikan laut.
“Karena anggaran kami terbatas, Hipilindo dan Hiperindo sudah menyetujui untuk bisa mengisi bersama-sama karena mereka punya kepentingan menyerap bahan bakunya,” tutur Slamet.
(bisnis)
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version