• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Akan Naik Harga Tempe Dan Tahu Akibat Kedelai Impor

21/12/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM-Ketua Umum Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin berujar, kenaikan harga kedelai impor tersebut tentu akan memukul industri tahu dan tempe rumahan.

Image result for foto kedelai impor

Kedelai impor asal Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sejak sebulan belakangan ini. Penyebabnya, produksi kedelai di Negeri Paman Sam tengah menyusut. Harga kedelai impor sendiri saat ini dibanderol di kisaran Rp 7.300/kg, dari harga sebelumnya di kisaran Rp 6.800/kg.

“Jelas akan mempengaruhi harga tahu tempe. Karena bahan bakunya tempe atau tahu ya 100% kedelai. Memang sekarang kenaikannya masih bisa ditolerir, tapi trennya ini terus naik,” jelas Aip kepada.

Sebagai informasi, kebutuhan kedelai dalam negeri sendiri setiap tahun sebesar 2,7 juta ton dan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sementara produksi kedelai dalam negeri berkisar sekitar 800.000 setahun dengan kekurangannya dipenuhi dari impor.

Dihubungi terpisah, Ketua Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin, mengatakan para pengrajin tempe dan tahu memang mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor tersebut, namun tak bisa serta merta menaikkan harga tahu dan tempe. Menurutnya, pengrajin tempe dan tahu lebih memilih mengurangi takaran produksinya.

“Selama harga kedelai masih belum melewati Rp 8.000/kg masih bisa disiasati, untuk menghindari rugi kita volumenya. Karena kalau menaikkan harganya itu nggak bisa, karena konsumen kita itu rata-rata masyarakat kecil,” kata Asep.

“Kalau naiknya tinggi sekali seperti dulu kita sampai demo. Jangan sampailah,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin, mengatakan para pengrajin tempe dan tahu memang mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor tersebut, namun tak bisa serta merta menaikkan harga tahu dan tempe. Menurutnya, pengrajin tempe dan tahu lebih memilih mengurangi takaran produksinya.(**)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version