• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Tujuan ekspor RI Salah Satunya India

27/12/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),Jakarta – Indonesia menjadi pengekspor barang primer, seperti mineral sebagai penukar untuk barang-barang sekunder bernilai tambah tinggi, seperti mesin dan bahan bakar olahan. Pola perdagangan ini diperkirakan berlanjut selama beberapa tahun mendatang.

 

Seperti dikutip dari riset HSBC Indonesia,Produk-produk pertanian, bahan bakar mineral dan bahan baku tetap menjadi andalan dan gabungan ketiganya diperkirakan mengontribusi hampir 60 persen total pertumbuhan ekspor barang selama periode 2021 – 2030.

Sebagaimana ekspor, profil impor juga relatif tidak berubah.Sekitar tiga per empat pertumbuhan impor diperkirakan berasal dari barang-barang kimia, manufacturing dan machinery, dan transportasi.

Kendati sektor benilai tambah tinggi seperti industri kimia, mesin industri dan kayu olahan menunjukkan pertumbuhan yang relatif kuat dalam jangka panjang, daftar lima besar produk ekspor unggulan pada 2030 tetap mencerminkan kekuatan Indonesia di sektor barang primer.

Posisi Jepang dan Amrika Serikat (AS) yang saat ini menjadi negara tujuan ekspor terbesar, diperkirakan akan digantikan oleh India dan China pada 2030.

“Meski India saat ini hanya menduduki posisi lima dalam daftar negara tujuan ekspor barang Indonesia, tingginya pertumbuhan permintaan terhadap komoditas selama 15 tahun ke depan membuat India membutuhkan dukungan dari produk-produk pertambangan dan primer dari Indonesia,” tulis riset tersebut.

China dan Singapura diperkirakan tetap menjadi importir terbesar bagi Indonesia hingga 2030. Sementara Malaysia diperkirakan menggeser posisi Jepang sebagai importir ketiga dalam daftar, seiring meningkatnya peran negara tersebut sebagai mitra dagang dan meningkatnya kerja sama di antara Masyarakat Ekonomi ASEAN

Mesin industri akan menjadi sektor impor terbesar di 2030 dengan pertumbuhan diperkirakan berkisar 10 persen per tahun. Secara khusus mesin dan peralatan transportasi akan menjadi sangat penting seiring investasi pemerintah untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur di Indonesia. (**)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

05/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version