Ini Aturan Resmi Ganjil Genap di Jalan Tol, Cek Isinya

by

EKONOMIPOS.COM-PEKANBARU Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menandatangani Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Republik Indonesia Nomor PM 18 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas Selama Pembangunan Proyek Infrastruktur Strategis Nasional di Ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek.

Aturan ini diteken pada 19 Februari 2018, yang berisi pengaturan lalu lintas di jalan tol dan pembatasan pengoperasian mobil barang dan mobil penumpang.

Melansir laman Sekretariat Kabinet, Kamis (1/3/2018), aturan tersebut keluar dengan pertimbangan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan. Ini juga demi mengoptimalkan penggunaan dan gerakan lalu lintas di ruas Jakarta – Cikampek, selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional.

Dalam permenhub ini menyebutkan, jika untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan selama masa pembangunan proyek Infrastruktur strategis nasional pada ruas jalan tol Jakarta – Cikampek, dilakukan pengaturan arus lalu lintas.

Pengaturan melalui pembatasan operasional mobil barang di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pengaturan lalu lintas mobil penumpang dengan sistem ganjil-genap.

Mengacu pada bunyi Pasal 1 ayat 2 permenhub menuturkan, proyek infrastruktur strategis nasional pada ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek tersebut meliputi, pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta – Cikampek Elevate, pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung dan pembangunan proyek kereta api ringan Light Rapid Transit (LRT).

“Pembatasan operasional mobil barang sebagaimana dimaksud, diperuntukkan bagi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, diberlakukan mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB, dan dimulai dari ruas cawang sampai dengan Karawang Barat dan Karawang Barat sampai Cawang,” bunyi Pasal 2 ayat 2 Permenhub ini.

Dalam permenhub menegaskan pembatasan operasional mobil barang sebagaimana dimaksud, dikecualikan bagi mobil barang pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas.(*)