BHL Digaji Rp31 Ribu Per Hari, Sertifikat ISPO PTPN V Terancam?

by

EKONOMIPOS.COM, PEKANBARU – Buruh Harian Lepas (BHL) PTPN V yang ada di Lubuk Dalam, Siak Sri Indrapura ternyata hanya digaji Rp31 ribu per hari.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Komisi II DPRD Riau, Sugianto kepada ekonomipos.com, Senin 30 April 2018.

“BHL PTPN V hanya digaji Rp31 ribu per hari. Tidak sesuai dengan Pergub yang kita punya, yaitu Rp80 ribu per hari,” kata Sugianto.

BHL ini, lanjut Sugianto, PTPN V juga mengintervensi para BHL ketika tim sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melakukan kunjungan ke PTPN V. Para BHL disuruh mengaku bahwa mereka mendapatkan upah Rp80 perhari, sesuai peraturan pemerintah.

“Ketika ada ISPO, mereka para BHL ini disuruh mengaku mendapatkan upah Rp80 ribu perhari, padahal mereka hanya digaji Rp31 ribu,” kata Sugianto.

Sugianto menjelaskan bahwa salah satu syarat ISPO adalah kesejahteraan karyawan yang dibayarkan sesuai regulasi pemerintah. Ketika ada yang tidak sesuai, maka sertifikat ISPO PTPN V bisa saja dicabut.

“PTPN V ini telah membohongi Komisi ISPO, karena pada saat orang ISPO datang, BHL disuruh mengaku dibayar Rp80 ribu. Inikan pembohongan, dan harus ditindaklanjuti oleh pihak ISPO, jangan sembarangan memberikan sertikat ISPO,” tutupnya. (epc2)