• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi

12/07/2025
Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi | Foto: Ilustrasi.

Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi | Foto: Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Mantan Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoyt, ditemukan tewas di dalam mobilnya — setelah beberapa jam diberhentikan oleh Presiden Vladimir Putin.

Berdasarkan keterangan dari penyidik Rusia, Starovoyt diduga menembak dirinya sendiri di kepala, pada 7 Juli 2025 waktu setempat.

Kabar kematian Starovoyt mengejutkan banyak pihak, terutama karena beredar spekulasi bahwa ia akan segera ditangkap atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan proyek-proyek strategis negara.

“Ini kehilangan yang sangat besar dan sangat tak terduga,” kata Valentina, seorang penerjemah berusia 42 tahun yang suaminya bekerja bersama Starovoyt, saat menghadiri pemakaman, Kamis, 10 Juli 2025, sebagaimana dilansir dari AFP, 11 Juli 2025.

Roman Starovoyt sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Wilayah Kursk selama lima tahun sebelum akhirnya dipromosikan ke Moskow sebagai Menteri Transportasi Rusia. Namun, masa jabatannya di ibu kota tidak berlangsung lama.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Kursk sempat kehilangan puluhan permukiman perbatasan akibat serangan lintas batas dari pasukan Ukraina — sebuah kekalahan yang memalukan bagi militer Rusia.

Analis politik Rusia menilai kasus ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan bagian dari gelombang pembersihan internal Kremlin terhadap pejabat-pejabat yang dituding menyalahgunakan kekuasaan dan memperkaya diri di tengah konflik bersenjata.

“Dia dijadikan kambing hitam. Padahal kekalahan itu karena kekurangan pasukan untuk menjaga perbatasan. Tapi lebih mudah menyalahkan pejabat sipil,” ujar analis politik Andrey Pertsev.

Penerus Starovoyt di Kursk bahkan telah lebih dulu ditangkap atas dugaan penggelapan dana perang, yang disebut-sebut berdampak langsung pada lemahnya pertahanan Rusia terhadap serangan Ukraina.

Menurut Tatiana Stanovaya, analis dari Carnegie Politika, tindakan keras ini mencerminkan perubahan drastis dalam sistem pemerintahan Rusia. “Setiap kelambanan atau tindakan yang dianggap melemahkan pertahanan negara akan dihukum keras, tanpa kompromi,” tulisnya.***

Sumber: CNBC Indonesia
Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version