• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Ini yang Terjadi pada Tubuh Setelah Anda Donor Darah

28/11/2025
Share on FacebookShare on Twitter

Donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberi dampak langsung pada tubuh pendonornya. Setelah darah diambil, tubuh bekerja cepat melakukan pemulihan. Proses ini dimulai dari penggantian cairan darah. Dalam 24 hingga 48 jam, tubuh mengembalikan volume plasma yang hilang, itulah sebabnya petugas selalu menyarankan pendonor untuk minum lebih banyak setelah donor selesai.

Tak hanya itu, donor darah juga membuat tekanan darah menjadi lebih stabil. Pengurangan volume darah sementara membantu meringankan kerja jantung dan membuat aliran darah lebih lancar. Pada sebagian pendonor, kondisi ini membantu mengendalikan tekanan darah yang sempat berada di atas batas normal.

Di saat yang sama, tubuh mulai memproduksi sel-sel darah baru. Setelah donor, sumsum tulang belakang beraktivitas lebih cepat untuk mengganti sel darah merah yang keluar dari tubuh. Regenerasi ini membawa efek positif karena sel darah yang lebih muda mampu mengangkut oksigen dengan lebih efisien, membuat tubuh terasa segar beberapa hari setelah donor.

Kadar zat besi dalam tubuh juga mengalami perubahan. Donor darah secara alami menurunkan kelebihan zat besi yang dapat membebani hati dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Dengan kadar zat besi yang lebih seimbang, fungsi organ menjadi lebih optimal dan risiko penyakit akibat penumpukan zat besi dapat diminimalkan.

Dalam proses pemulihan, sebagian pendonor mungkin merasakan sedikit lelah atau pusing. Ini adalah reaksi normal karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan volume darah yang berkurang. Biasanya kondisi ini membaik dengan istirahat, minum yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi.

Menariknya, donor darah juga memengaruhi kondisi psikologis. Banyak pendonor mengaku merasa lebih tenang dan bahagia setelah donor. Secara biologis, tindakan menolong orang lain memicu keluarnya hormon dopamin dan oksitosin yang menimbulkan rasa lega dan kepuasan batin.

Secara keseluruhan, donor darah adalah aktivitas sederhana yang menghasilkan rangkaian manfaat bagi tubuh. Selain membantu menyelamatkan nyawa, tubuh pendonor juga mendapatkan regenerasi sel darah, stabilitas tekanan darah, dan keseimbangan zat besi. Dengan mengikuti syarat medis dan melakukannya secara rutin, donor darah dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial.

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

05/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version