Berikut Tata Cara Resign Yang Profesional

by
businessman throwing away files and documents

EKONOMIPOS.COM (EPC)JAKARTA– Mengundurkan diri di suatu perusahaan yang sudah lama Anda bergabung mungkin menjadi hal berat sendiri bagi sebagian orang.

Banyak alasan orang mundur dari sebuah perusahaan tempat dia bekerja. Misalnya saja mendapatkan tawaran lain yang lebih baik, tidak lagi betah, atau ada masalah dengan rekan atau atasan di perusahaan.

Apapun alasan seseorang mundur dari pekerjaannya, sebaiknya dilakukan dengan baik-baik. Tujuannya untuk menjaga reputasinya di depan perusahaan tersebut, dan juga calon perusahaan barunya kelak.

Apalagi, jika backgraound education Anda umumnya akan menentukan dimana Anda akan bekerja kelak. Dan umumnya perusahaan yang menyewa tenaga profesional dengan latar belakang pendidikan spesifik akan saling mengenal satu sama lain. Jadi, Anda tidak mau nama Anda jadi buruk di calon-calon perusahaan yang Anda lamar kan?

Berikut beberapa tips untuk resign secara profesional seperti dilansir boldsky.com:

Pastikan atasan mendengar langsung dari Anda

Tentu, Anda mungkin tidak sabar untuk memberitahukan rencana itu pada sahabat Anda di kantor. Sebaiknya sebelum atasan Anda mendengarnya dari orang lain, Anda segera menghadapnya dan menyampaikannya sendiri.

Anda benar-benar tidak ingin berita pengunduran diri Anda menjadi topik diskusi di kalangan pekerja lain bukan? Apalagi kemungkinan adanya kabar tidak jelas tentang alasan kenapa Anda mengundurkan diri

Lakukan face to face

Meminta janji dengan atasan Anda. Jelaskan pada atasan Anda alasan sebenarnya mengapa Anda mengundurkan diri. Jangan lakukan lewat email, apalagi lewat pesan singkat karena itu menunjukkan Anda tidak profesional
Sebaiknya lakukan diskusi dengan atasan Anda juga mengenai rencana tersebut, dan dengar masukan darinya tentang langkah yang Anda ambil.

Jangan menyimpan rahasia

Jangan menyimpan rahasia tentang kenapa Anda mengundurkan diri. Walaupun itu karena hal pribadi, sebaiknya Anda ungkapkan pada atasan. Hal itu membantu Anda dalam melepaskan masalah emosional yang mungkin selama ini mengganjal dalam pekerjaan Anda

Wawancara resign

JIka umumnya wawancara dilakukan saat mulai bekerja, maka mulailah melakukan wawancara saat resign. Saat wawancara ini Anda bisa menyampaikan kesan dan pesan selama bekerja. Termasuk kepuasan dan ketidakpuasan selama bekerja. Umumnya saat inilah waktu yang tepat buat Anda untuk memberikan masukan yang positif bagi perusahaan untuk memperbaiki kondisi dan lingkungan kerja.

Tetap produksif sampai hari terakhir bekerja

Umumnya, orang yang berniat resign sudah enggan untuk bekerja secara maksimal seperti biasanya. Jangan lakukan hal itu. Ketika Anda berniat resign, justru Anda harus tetap bekerja maksimal hingga hari terakhir Anda kerja. Termasuk juga membereskan pekerjaan yang belum terselesaikan. Sehingga Anda tidak meninggalkan pekerjaan lama Anda untuk dilimpahkan pada orang lain

Memfasilitasi transisi pekerjaan

Sebelum Anda resign, pastikan pengganti Anda tahu pekerjaannya dan bisa melanjutkan pekerjaan Anda tanpa kebingungan yang panjang. Berikan penjelasan singkat termasuk tugas yang belum terselesaikan, metode dan kebiasaan Anda bekerja. Terutama proses pekerjaan, atau kontak person yang bisa dihubungi terkait pekerjaan lama Anda. Hal tersebut memudahkan proses transisi pekerjaan

Meninggalkan catatan positif

Selalu ingat untuk menghargai organisasi Anda, termasuk juga atasan atau rekan kerja Anda terdahulu. Ketika Anda resign, tinggalkan kesan positif tentang diri Anda pada rekan lainnya, dan juga pastikan jika Anda tetap bisa berhubungan dengan mereka, walaupun sudah tidak lagi di perusahana yang sama.

 

(Bisnis)