• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Tren Konsumsi Frozen Food Meningkat, Nilai Pasarnya Mencapai Rp200 Triliun

03/12/2024
Share on FacebookShare on Twitter

Pasar makanan beku, atau frozen food di Indonesia kini mencapai nilai fantastis hingga Rp200 triliun, menurut data yang dikeluarkan oleh Jakpat. Hal ini mencerminkan peningkatan signifikan akibat gaya hidup urban yang semakin sibuk.

Tren konsumsi frozen food kian berkembang didorong oleh kebutuhan akan makanan yang praktis dan mudah diolah.

Survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 1.245 responden mengungkapkan kategori makanan beku yang paling diminati, alasan konsumen memilihnya, dan faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.

Hasil survei menunjukkan bahwa produk olahan daging seperti sosis, nugget, dan bakso menjadi pilihan utama, disukai oleh 91% responden.

Berikutnya, 63% responden menyukai camilan beku seperti kentang goreng dan donat. Daging frozen juga cukup diminati oleh 57% responden, sementara sayur dan buah beku dikonsumsi oleh 31%.

Kemudahan dalam persiapan menjadi alasan utama bagi 86% konsumen memilih makanan beku. Selain itu, faktor seperti penyimpanan yang mudah dan masa simpan yang panjang juga menjadi daya tarik.

Gaya hidup praktis ini lebih banyak terlihat pada generasi Milenial yang cenderung memilih solusi cepat dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Research Lead Jakpat, Septiana Widi Sugiastuti, makanan beku sangat relevan bagi kaum urban, terutama Milenial.

“Promosi produk dengan menonjolkan kepraktisan, kebersihan, dan nilai gizi dapat menarik konsumen. Selain itu, desain produk yang menggambarkan kesegaran dan kualitas premium juga mampu meningkatkan daya tarik,” jelasnya.

Nilai gizi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen makanan beku. Sebanyak 63% responden menyukai produk tanpa pengawet, sementara 57% menilai kandungan protein tinggi sebagai nilai tambah.

Selain itu, 55% responden memperhatikan ketiadaan pewarna tambahan dan bahan kimia dalam produk yang mereka pilih.

Responden dengan anak cenderung lebih peduli pada informasi gizi. Sebanyak 42% dari mereka rutin memeriksa nilai gizi pada kemasan, dibandingkan hanya 31% dari responden tanpa anak yang melakukan hal serupa.

“Penting bagi produsen untuk menekankan bahwa metode pembekuan modern, seperti flash freezing, dapat menjaga kandungan nutrisi makanan dengan baik. Metode ini mampu mempertahankan vitamin, mineral, rasa, dan tekstur makanan,” kata Septiana.

Dengan demikian, makanan beku atau frozen terus menjadi pilihan populer di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat urban.

Dengan promosi yang menyoroti kepraktisan, kebersihan, dan nilai gizi, serta inovasi dalam metode pembekuan, pasar frozen food memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang di masa depan.***

Share81Tweet51

Kabar Terkait

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

05/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version