Kementerian Sosial mendalami data bansos lansia terindikasi judi online setelah bantuan untuk pasangan lanjut usia di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terhenti. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah identitas penerima bantuan telah digunakan oleh anggota keluarga atau pihak lain.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah menemukan fenomena pemanfaatan KTP milik penerima bantuan sosial. Identitas tersebut diduga digunakan pihak lain untuk membuat akun, membeli kendaraan atau aset, hingga berlangganan listrik.
Pendalaman data dilakukan setelah pasangan lansia Dayat (77) dan Darmi (63) tidak lagi menerima bantuan sosial sejak awal 2026. Keduanya tinggal di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Dayat dan Darmi sebelumnya terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat. Mereka menerima bantuan sebesar Rp600 ribu setiap tiga bulan sebelum penyalurannya terhenti karena data keduanya terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online.
Pasangan lansia tersebut mengaku tidak memiliki telepon seluler. Kondisi ekonomi keduanya juga tergolong kurang mampu dan masih tercatat dalam desil 1 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Gus Ipul menjelaskan, penggunaan identitas oleh orang lain dapat menyebabkan keluarga yang sebenarnya prasejahtera terindikasi tidak memenuhi kriteria penerima bantuan. Karena itu, temuan dalam sistem tidak langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan penerima bansos melakukan judi online.
“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Gus Ipul, identitas lansia maupun keluarga tidak mampu mungkin digunakan oleh keluarga atau pihak lain. Kemensos kini melakukan pendalaman dan perbaikan data untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari setiap penerima manfaat.
Pemerintah juga akan melakukan verifikasi lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar warga yang memenuhi persyaratan tidak kehilangan hak atas bantuan akibat aktivitas orang lain atau penyalahgunaan identitas yang tidak mereka ketahui.
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Kemensos memastikan bantuan tetap disalurkan apabila hasil pemeriksaan membuktikan warga yang bersangkutan memenuhi kriteria. “Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” ujar Gus Ipul.
Pendalaman terhadap data Dayat dan Darmi masih berjalan. Hingga proses verifikasi selesai, hubungan keduanya dengan aktivitas judi online masih berstatus indikasi dalam data dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta bahwa pasangan lansia tersebut terlibat.



