• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Friday, October 9, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Bupati Inhil: Pengelolaan Komoditi Kopra Inhil Layak Gunakan SRG

16/02/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC), INHIL – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang merupakan wilayah perkebunan kelapa terluas di Indonesian dan dikenal wilayah hamparan kelapa dunia, ternyata belum mampu mengangkat perekonomian mayarakatnya yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan.Kelapa sebagai pohon “Kehidupan” yang sering digaungkan oleh Bupati Inhil HM Wardan diharapkan mampu menghidupi masyarakat Inhil secara layak dan sejahtera.

Secara administrasi Inhil memiliki luas perkebunan kelapa sebeluas 1.367.551 hektar. Sekitar 55,09 % dari luasnya merupakan lahan perkebunan 753.450 hektar. “Dari luas pekerbunan itu, 429.110 hektar merupakan kebun kelapa yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Indragiri Hilir,” ujar Bupati Inhil, HM Wardan, dalam suatu kegiatan di Tembilahan belum lama ini.

Dari hamparan kelapa Inhil seluas 429.110 hektar saat ini, menurut Wardan, komoditi kopra merupakan komoditi unggulan yang pengelolaannya layak dengan menggunakan Sistem Resi Gudang (SRG). “Sistem Resi Gudang yang akan diterapkan di kabupaten ini diharapkan menjadi solusi ekonomi kerakyatan . Insyaallah tahun 2017 ini,  Pemkab Inhil akan menggulirkan program Sistem Resi Gudang (SRG) jika SK dan semua ketentuan sudah dipenuhi. Sistem ini dinilai mampu untuk mengstabilkan harga kelapa yang selama ini anjlok,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. H Eddiwan Shasby, MM, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, saat jumpa pers di aula kantor Disperindag, Selasa (16/2) megatakan, SRG ini juga dapat memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan efisiensi di dunia agrobisnis , dimana petani bisa menunda penjualan komoditi setelah panen, sambil menunggu harga membaik kembali, dengan menyimpan hasil panen mereka di gudang-gudang tertentu yang memenuhi persyaratan.

Petani kelapa pun, jelas Mantan Kadis Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) ini, jika ingin melanjutkan kegiatan bercocok tanamnya, maka kebutuhan modal petani bisa dicukupi dengan adanya mekanisme pembiayaan dari sistem resi gudang ini.

“Saat harga komoditi di pasaran sudah mulai membaik, petani bisa menjual hasil panen itu dengan harga tertinggi,” Kata Eddi.(adv)

Tags: inhil
Share76Tweet47

Kabar Terkait

Bupati Inhil Serahkan Hadiah Peringati Hari Ibu
Advertorial

Bupati Inhil Serahkan Hadiah Peringati Hari Ibu

25/12/2016
Sekda Inhil Pimpin Rakor Lintas Sektoral
Advertorial

Sekda Inhil Pimpin Rakor Lintas Sektoral

24/12/2016
Serahkan Uang Rp 5 Juta, Bupati Wardan Menangis
Advertorial

Serahkan Uang Rp 5 Juta, Bupati Wardan Menangis

23/12/2016
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version