EKONOMIPOS.COM, PEKANBARU – Terang bukan sekadar cahaya yang menerangi rumah. Bagi sebagian masyarakat, terang juga berarti harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, kesempatan untuk meraih cita-cita, dan kepedulian yang membuat mereka merasa tidak sendiri.
Semangat itulah yang dihadirkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.
Melalui berbagai program kepedulian sosial yang dilaksanakan secara tersebar mulai dari Kantor Induk hingga Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), PLN menyalurkan bantuan senilai Rp531.468.000 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu wujud kepedulian tersebut hadir di Panti Asuhan Yayasan Yatim Sehati, Rumbai. Melalui program ini, PLN menyalurkan bingkisan dan santunan berupa sembako, uang santunan, tas, sarung, hingga Al-Qur’an.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan anak-anak sekaligus menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, menumbuhkan cita-cita, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Sugeng Hidayat, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Riau dan Kepri, Anna Nidia, serta Ketua YBM PLN UID Riau dan Kepri, Masery Tiranda.
Ketua Panti Asuhan Yayasan Yatim Sehati, Gunawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian PLN kepada anak-anak asuhnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan YBM PLN atas bantuan serta perhatian yang diberikan kepada anak-anak di panti asuhan kami. Bantuan ini sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, berdoa, dan meraih cita-cita mereka. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan bagi keluarga besar PLN,” ungkap Gunawan.
General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Sugeng Hidayat, mengatakan bahwa momentum HLN ke-81 menjadi pengingat bagi PLN untuk terus memperluas manfaat kehadirannya bagi masyarakat.
Menurutnya, pengabdian PLN tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat.
“Bagi PLN, menerangi negeri bukan hanya tentang menghadirkan listrik, tetapi juga tentang bagaimana keberadaan kami dapat memberikan manfaat dan menumbuhkan harapan. Melalui YBM PLN, kami ingin berbagi kebahagiaan, meringankan beban masyarakat, serta menghadirkan semangat untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Sugeng.
Ketua YBM PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Masery Tiranda, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai muslim PLN yang dikelola dan disalurkan melalui berbagai program sosial.
“Dana yang dihimpun melalui YBM PLN merupakan wujud kepedulian insan PLN terhadap sesama. Pada momentum HLN ke-81 ini, kami berupaya menyalurkan amanah tersebut melalui program yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok hingga akses listrik. Harapannya, bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelas Masery.
Secara keseluruhan, program YBM PLN UID Riau dan Kepri mencakup penyaluran bingkisan sembako kepada keluarga dhuafa, bingkisan dan santunan kepada purnakarya dhuafa, bantuan token listrik dan sembako, serta penyambungan listrik baru berdaya 900 VA beserta instalasinya secara gratis bagi keluarga dhuafa.
Bantuan lainnya diwujudkan melalui penyaluran bingkisan sembako dan santunan tunai kepada Ibu Yuliarti, Program Berbagi Cahaya yang memberikan bantuan penyambungan listrik baru kepada Bapak Tumadi, serta bantuan token berkah untuk dhuafa kepada Bapak Saftri.
Melalui bantuan tersebut, PLN berharap dapat meringankan beban penerima manfaat sekaligus menghadirkan kenyamanan dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kepedulian PLN juga diwujudkan melalui bantuan renovasi rumah dan modal usaha kepada Bapak Soewarno, mantan Sersan Mayor yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Bantuan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada veteran sekaligus ungkapan terima kasih atas pengabdian mereka kepada negeri.
Di balik rangkaian bantuan tersebut, terdapat kontribusi para pegawai muslim PLN yang secara rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk zakat, infak, dan sedekah. Melalui pengelolaan YBM PLN, kepedulian tersebut dihimpun dan disalurkan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Melalui momentum Hari Listrik Nasional ke-81, PLN UID Riau dan Kepri ingin terus menegaskan bahwa setiap cahaya yang dihadirkan memiliki makna lebih dari sekadar penerangan. Ada harapan yang tumbuh, kepedulian yang menguatkan, dan kebersamaan yang menghadirkan keyakinan bahwa setiap orang berhak merasakan kehidupan yang lebih baik.
Sebab, pengabdian PLN tidak hanya tentang menerangi negeri, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat, merawat kemanusiaan, dan menyalakan harapan bagi sesama.***



