Jelang Akhir Semester Pertama 2018 Realisasi APBD Riau Masih Rendah

by

EKONOMIPOS.COM – Jelang akhir semester pertama 2018, realisasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Riau 2018 masih rendah. Setidaknya hanya sekitar 13 persen realisasi keuangan dan sekitar 14 persen realisasi fisik pada triwulan pertama 2018.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Setdaprov Riau, Indra mengakui bahwa realisasi APBD Riau hingga saat ini masih tergolong rendah. Diantara kendala yang dihadapi yakni masalah kelengkapan dokumen di masing-masing OPD saat mengajukan kegiatan untuk dilelang.

“Ada memang yang seperti itu. Kadang mereka mengajukan untuk diupload pada laman ULP. Makanya untuk dokumen yang tidak lengkap harus dibalikkan lagi ke OPD masing-masing,” katanya.

Dia menambahkan, hingga semester pertama 2018 realisasi keuangan 13,5 persen dan realisasi fisik 14,8 persen. Angka ini diakui Indra memang masih sedikit, meskipun dalam perhitungan nasional, Riau masuk posisi 8 dalam realisasi anggaran pemerintah.

“Sebagian besar memang belanja pegawai. Karena untuk belanja langsung belum. Tunggu selesai proses lelang. Jadi lama dipenyusunan kelengkapan dokumen makanya untuk mempersiapkan itu membutuhkan waktu lama,” sambungnya.

 

Sementara itu, Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengklaim tiap bulan pihaknya terus melakukan evaluasi realisasi anggaran pemerintah itu. “Sekarang baru bulan Mei kan. Tiap bulan kami evaluasi, kok,” katanya, sepertidikutip bertuahpos.

Dia mengakui memang kendalanya yang dialami OPD di lingkungan Pemprov Riau itu-itu saja. Diantaranya soal kelengkapan dokumen pengajuan lelang, sehingga terlambat untuk ULP.

Wan Thamrin menjelaskan, masalah ini memang sangat berkaitan dengan bagaimana satu sama lain saling melakukan monitoring. Kata dia, jika berangkat dari pengalaman tahun lalu, memang menjelang akhir tahun realisasi APBD bahkan bisa melebihi target.

“Pimpinan OPD itu memang perlu diingat-ingatkan. Kadang-kadang karena kesibukan yang lain mereka lalai sehingga menunda-nunda, padahal pekerjaan itu sama pentingnya,” ujar Wan Thamrin Hasyim.

Dalam hal ini, Wan malah memposisikan dirinya sebagai orang tua, yang bertugas untuk mengingatkan dan mengevaluasi kembali hasil kerja bawahannya. Terutama bagaimana tetap berhati-hati dalam bekerja. (*)