• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

JELANG KTT APEC: Terdesak TPP, China Pacu FTAAP

06/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA—China mengharapkan adanya kemajuan yang berarti dalam pembahasan kerja sama Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP) dalam pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Peru, November depan.

Dalam kunjungannya ke Lima, Peru pada Kamis (6/10/2016), Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, pada dasarnya studi kelayakan tentang pelaksanaan FTAAP telah selesai. Untuk itu, dia berharap dalam KTT APEC mendatang, para negara anggota dapat menyetujui kerangka konsep FTAAP, sehingga dapat segera dilaksanakan tepat waktu.

“China berharap kerangka konsep dan studi kelayakan kami terkait FTAAP dapat disepakat bersama dalam KTT APEC. Sehingga kerjasama ini dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” katanya seperti dikutip Reuters, Kamis (6/10/2016).

Seperti diketahui, dalam pertemuan APEC dua tahun yang lalu, Presiden China XI Jinping telag mendesak anggota organisasi internasional tersebut untuk mempercepat pembicaraan FTAAP. Alhasil, para peserta pun menyetujuinya, sehingga Jinping pun menyebutnya sebagai langkah bersejarah APEC bagi China.

Menurut Wang, FTAAP dapat dijadikan salah satu solusi dalam memerangi sentimen proteksionisme perdagangan dan anti-globalisasi yang meningkat akhir-akhir ini

Sementara itu, sejumlah pihak menilai, Negeri Panda sengaja mendesak pembahasan FTAAP sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dunia dari Trans Pacific Patnership (TPP). Seperti diketahui, TPP yang diprakarsai oleh AS dan Jepang tersebut sedang menemui jalan buntu.

Kerja sama tersebut terancam batal dilaksanakan dokumen ratifikasi tak segera diresmikan oleh Kongres AS pada tahun ini atau sebelum masa jabatan Barrack Obama usai pada Februrari 2017.

Pasalnya, kedua capres AS baik Hillary Clinton dan Donald Trump sama-sama mengusung misi untuk mengoreksi atau membatalkan kerja sama TPP. Meningkatnya sentimen populis anti-globalisasi di AS sangat dimanfaatkan oleh para capres, termasuk dengan mengusung isu pembatalan TPP.

Sementara itu, menganggapi tudingan tersebut Wang justru mengatakan bahwa seluruh usulan perdagangan bebas yang dilakukan di Asia-Pasifik harus dilaksanakan dengan terbuka, tidak tertutup, dan inklusif.

“Tidak peduli apakah itu TPP atau RCEP. Aturan perdagangan internasional harus diputuskan dan dilaksanakan melalui konsultasi yang sama dari semua pihak, bukan hanya satu atau dua pihak yang memiliki kata akhir,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini China juga tengah tertarik untuk bergabung dalam kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Kerja sama tersebut diiukit oleh negara-negara Asean ditambah oleh China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version