• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

PDSI Berhasil Tekan Biaya dan Waktu Pengeboran Lewat Proyek IDESS

Dengan capaian awal yang positif, IDESS berpotensi menjadi benchmark nasional dalam pengelolaan pengeboran migas, sekaligus memperkuat kontribusi Pertamina Drilling dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

04/08/2025
PDSI Berhasil Tekan Biaya dan Waktu Pengeboran Lewat Proyek IDESS

PDSI Berhasil Tekan Biaya dan Waktu Pengeboran Lewat Proyek IDESS | Foto: Dok. PDSI.

Share on FacebookShare on Twitter

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatat peningkatan efisiensi operasional melalui proyek Integrated Drilling Engineering Supervisory and Services (IDESS). Inisiatif ini berhasil menurunkan biaya pengeboran (Cost per Feet) hingga 9% dan memangkas Non-Productive Time (NPT) dari 4% menjadi 2%.

Proyek IDESS resmi diluncurkan pada 26 Februari 2024 bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Skema kerja terpadu ini menggabungkan layanan Rig, personel, Cementing, Directional Drilling, dan Drilling Fluid dalam satu sistem koordinasi jangka panjang selama delapan tahun.

IDESS pertama kali diterapkan di sumur Benar-00074 di wilayah kerja Rokan, menggunakan Rig PDSI #49.2/PD550-M yang mulai beroperasi pada 23 Mei 2024. Selama pelaksanaan, proyek ini mencatat peningkatan reliabilitas rig, efisiensi siklus pengeboran, serta zero Lost Time Injury (LTI), menegaskan standar tinggi keselamatan kerja Pertamina Drilling.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyatakan bahwa IDESS merupakan bentuk transformasi operasional yang mengedepankan integrasi, efisiensi, dan budaya kerja disiplin. “Kami memastikan setiap aspek operasional tetap mengacu pada prinsip keselamatan dan hasil kerja yang terukur,” ujarnya.

Keberhasilan IDESS juga mendapat respons positif dari pelaku industri migas. Model ini dinilai mampu memperkuat sinergi antarlini, meningkatkan transparansi, serta membuka peluang penerapan di wilayah kerja lain.

Dengan capaian awal yang positif, IDESS berpotensi menjadi benchmark nasional dalam pengelolaan pengeboran migas, sekaligus memperkuat kontribusi Pertamina Drilling dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.***


Reporter: Melba
Tags: ekonomiEnergiIndustri
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Ini 3 Komoditas Ekspor yang Diawasi Ketat Danantara
Ekbis

Ini 3 Komoditas Ekspor yang Diawasi Ketat Danantara

25/08/2026
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya
Ekbis

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

14/08/2026
Cadangan Gas Baru di Nunukan
Berita Pilihan

Cadangan Gas Baru di Nunukan

21/08/2025
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version