Inhil Defisit Listrik 63 Persen, Ini Langkah Bupati Wardan

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), TEMBILAHAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tengah berusaha sekuat tenaga untuk mencukupi kebutuhan listrik di Negeri Seribu Parit, dengan melakukan MoU bersama PLN, PGN dan Investor.

Isi MoU itu, Pemkab Inhil maupun PLN dan PGN sama-sama mendesak akan kebutuhan listrik. Dan Pemkab Inhil juga besedia mendukung dan mensuport PLN maupun PGN untuk menggesa pembangunan listrik.
Diketahui, saat ini Inhil baru memiliki daya listrik 37 persen, dengan begitu masih ada defisit listrik 63 persen. Karenanya, tahun ini sebagai tahap awal Pemkab Inhil bersama rekanannya akan membangun listrik 30 Megawatt (Mw) dengan menggunakan gas sebagai sumber energi listrik.
“Insya Allah yang 30 Mw itu kita bangun menggunakan tenaga gas, yang diambil dari pipa gas Kuala Tungkal menuju Kuala Enok melalui jalur laut,” kata Bupati Inhil, H Muhammad Wardan kepada wartawan, Kamis (7/4/2016) di Pekanbaru.
Langkah ini dilakukan Pemkab Inhil selain memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, juga sebagai antisipasi kebutuhan listrik pengembangan industri di Kawasan Industri Kuala Enok, yang tahun ini pembangunan infrastrukturnya mulai dikerjakan.
Meski demikian, Bupati Wardan menyakini 30 Mw tersebut tidak akan memenuhi. Karena untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga di Inhil sudah sangat terbatas. Karena rasio elektrifikasi listrik Inhil baru sampai 37 persen, dengan dibangunnya 30 Mw itu bisa memenuhi kebutuhan listrik 67 persen.
“Kita berharap sekaligus mendesak PLN dan PGN segera melakukan pembangunan listrik. Mudah-mudah tahun ini bisa dimulai, sehingga tahun depan listrik sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” harapnya. (Adv)