Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah, pada Senin, 4 Agustus, seiring kekhawatiran meningkatnya produksi dalam negeri dan melimpahnya stok dalam beberapa pekan mendatang.
Analis pasar David Ng menyebutkan pelemahan harga CPO juga dipicu oleh turunnya harga minyak kedelai, yang memberi tekanan tambahan terhadap pasar minyak nabati. “Kami melihat harga CPO bertahan di atas RM4.100 per ton dengan resistensi di RM4.300 per ton,” ujarnya kepada Bernama.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menjelaskan bahwa harga CPO jatuh ke level terendah dalam 16 hari terakhir.
Penurunan ini terjadi karena aksi jual oleh para pedagang di tengah memburuknya prospek saham dan kerugian di pasar minyak nabati global.
“Harga CPO juga terbebani oleh kerugian harga minyak kedelai di Bursa Perdagangan Chicago pada Jumat lalu,” tambahnya.
Berikut rincian harga penutupan kontrak CPO:
- Agustus 2025 turun RM27 menjadi RM4.166 per ton
- September 2025 turun RM52 menjadi RM4.174 per ton
- Oktober 2025 turun RM58 menjadi RM4.187 per ton
- November 2025 turun RM63 menjadi RM4.200 per ton
- Desember 2025 turun RM65 menjadi RM4.214 per ton
- Januari 2026 turun RM68 menjadi RM4.223 per ton
Volume perdagangan naik menjadi 72.995 kontrak dari 71.301 kontrak pada Jumat, sementara open interest turun menjadi 221.839 kontrak dari sebelumnya 224.913.
Adapun harga CPO fisik untuk wilayah Selatan pada Agustus juga melemah RM30 menjadi RM4.200 per ton.
Reporter: Melba | Sumber: Bernama


