Dewan akan Anggarkan Mesin Fogging Setiap Kelurahan di Pekanbaru

by
EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU РDPRD Kota Pekanbaru akan menganggarkan dana untuk pembelian alat fogging yang ditempatkan di setiap kelurahan. Hal itu sebagai satu upaya antisipasi demam berdarah yang masih menjadi ancaman serius bagi warga Pekanbaru.

Komisi III DPRD Pekanbaru, akan mengupayakan memplot anggaran besar, untuk penanganan DBD tersebut melalui APBD 2018. Sebab, setiap tahun kasus DBD di Kota Pekanbaru selalu meningkat. Karena itu, pihaknya meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, untuk mempersiapkan rancangan anggarannya, sehingga bisa dibahas di APBD murni 2018.

“Ini menjadi perhatian buat kita bersama, terutama pemerintah. Jangan dibiarkan kasus ini, karena selalu banyak jatuh korban. Makanya, harus ada langkah-langkah yang harus dilakukan Diskes,” kata Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz ST, Selasa (07/11/2017).

Terkait permintaan masyarakat tentang fogging, politisi NasDem ini menegaskan, di bawah komandonya, Komisi III akan berbuat terbaik untuk masyarakat. Bahkan pihaknya akan mengupayakan di setiap kelurahan harus standby mesin fogging plus abate.

Hal inilah yang harus direalisasikan Diskes Pekanbaru, agar dianggarkan di APBD 2018 mendatang. “Kota Pekanbaru setiap tahun kasus DBD selalu saja menelan korban. Jadi, masyarakat selalu mengeluh sulitnya meminjam fogging ke Puskesmas dan ke Diskes. Ke depan, itu tidak ada lagi,” tegas Zulfan.

DPRD juga meminta kepada masyarakat, giat untuk melaksanakan 3M. Terutama di lingkungannya sendiri, sehingga nyamuk aygepti tidak bersarang lagi di pekarangan rumah.

Sekadar gambaran, hingga Oktober 2017 lalu, Diskes Pekanbaru mencatat ada sebanyak 541 kasus DBD di Kota Pekanbaru. Dari 12 kecamatan yang ada, Kecamatan Bukitraya menempati urutan pertama, yakni 82 kasus, diikuti Kecamatan Sukajadi 23 kasus, Kecamatan Senapelan 35 kasus.

Kecamatan Rumbai Pesisir 28 kasus, Kecamatan Limapuluh 29 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 65 kasus, Kecamatan Tampan 77 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 21 kasus, Kecamatan Payung Sekaki 60 kasus, Kecamatan Sail 11 kasus, Kecamatan Tenayan Raya 74 kasus serta Kecamatan Rumbai 36 kasus.

Kepala Diskes Pekanbaru Helda S Munir menerangkan, angka DBD hingga Oktober ini sebanyak 541 kasus, menurun jika dibandingkan tahun 2016. Di mana hingga Oktober 2016, sebanyak 817 kasus DBD. (*)