Singapura Target Serangan ISIS Selanjutnya?

by

Oct 17, 2013 - Aleppo, Syria - ISIS fighters holding the Al-Qaeda flag with 'Islamic State of Iraq and the Levant' written on it. on the frontline. Islamic State of Iraq and the Levant aka ISIS. The group An-Nusra Front announced its creation January 2012 during the Syrian Civil War. Since then it has been the most aggressive and most effective rebel force in Syria. The group has been designated as a terrorist organization by the United Nations. April 2013, the leader of the ISIS released an audio statement announcing that Jabhat al-Nusra is its branch in Syria. (Credit Image: © Medyan Dairieh/ZUMA Wire/ZUMAPRESS.com)

Ekonomipos.com – Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara menjadi target serangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah negara sekutu. Hal itu terungkap dalam pesan bernada ancaman dalam akun media sosial yang ditulis pekan ini.

Selain menetapkan Amerika Serikat (AS) sebagai target paling potensial, Singapura dan Filipina menjadi dua negara yang menjadi target serangan ISIS berikutnya.

Datangnya serangan yang dilakukan para pendukung ISIS terungkap dari tertangkapnya seorang mahasiswa berusia 19 tahun yang mengaku berencana bergabung bersama ISIS di Suriah dan bakal melakukan serangan di negeri pulau tersebut.

“Ancaman terhadap Singapura dari kelompok radikal tak kali ini saja, tahun lalu majalah ekstremis berbahasa Inggris menargetkan Phillip Channel dan Sembawang Naval Base disebutkan akan diserang sejumlah militan dari laut,” ucap Jasminder Singh, analisis dari S Rajaratnam School of International Studies.

Ancaman tersebut membuktikan perkembangan ISIS yang besar di kawasan Asia Tenggara. ISIS telah membentuk unit tempur bernama Katibah Nusantara yang dibentuk di Suriah Agustus lalu. Unit beranggotakan militan Malaysia dan Indonesia, dalam komunikasi mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dan Malaysia dibandingkan Arab.

Jasminder meyakini, sudah ada lebih dari 700 WNI dan 200 WN Malaysia yang berjihad ke Irak dan Suriah. Sementara, mereka telah membentuk unit tempur yang beranggotakan 30 ribu warga asing dari 90 negara, dan berhasil merebut lima area yang dikuasai etnis Kurdi bulan lalu.

“Turunan dari seruan para Jihadis dan sukses sejak 2009 telah mengubah haluan sukses Katibah Nusantara di Irak dan Suriah,” tulis Jasminder.

Para simpatisan ISIS dari Malaysia juga menggunakan isu lokal dengan membawa hukum syariah demi meraih dukungan besar. Bahkan, akhir-akhir ini pendukung via online juga memanggil para pengungsi Rohingya di Myanmar untuk pergi berjihad di Suriah.

“Unit ini dibentuk untuk meraih salah satu gol ISIS dalam mendirikan kekhalifahan di seluruh dunia, dengan memobilisasi para militannya kembali ke negaranya masing-masing dan mendirikan cabang baru di Asia Tenggara,” ucap Jasminder.

(Merdeka)