Polisi Hingga Kemenkumham Didatangi, Nasib Guru Nelly Terkatung

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Upaya mencari keadilan ke sana kemari belum juga buahkan hasil, seorang guru Sekolah Dasar asal Deli Serdang, Sumatera Utara, lakukan ikhtiar terakhir dengan lakukan aksi diam seorang diri di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (13/7).

Guru bernama Nelly Dona Elita Hutabarat mengaku alami kesewenang-wenangan. Rumah dinasnya di Deli Serdang digusur paksa. Sengaja datang ke Jakarta, Nelly ingin bertemu Presiden Joko Widodo. Minta bantuan agar dibantu penyelesaian persoalannya dengan Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara.

“Hanya Pak Presiden satu-satunya harapan saya mengadu, tolong saya pak,” ucap dia sambil tersedu di depan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/7).

Mengaku segala cara sudah ditempuhnya. Mulai dari buat laporan ke polisi, mengadu ke Komnas HAM, Ombusdman, hingga Kemenkumham. Hasilnya, masih nol besar.

Tutur dia, saat melapor ke Polda Sumut, dia malah dipingpong ke ke Polresta Deli Serdang, ditangani Kasat Reskrim. Bukannya beres, masalah tetap terkatung. “Kalau saya datangi tidak ditindaklanjuti, didengar apapun tidak,” tutur perempuan yang mengaku sudah 36 tahun jadi guru itu.

Di Komnas HAM, Nelly mengaku diminta mediasi dengan orang yang dipercaya. Dia pun bertemu Kakanwil Provinsi Sumut. Dalam pertemuan itu, Nelly beberkan tindakan intimidasi yang diterimanya saat digusur paksa oleh orang-orang bayaran. Hasilnya, tidak menggembirakan. “Kakanwil ngga ngerti hukum atau gimana, saya malah ditanya hasil mediasinya, pertanyakanlah dengan dinasnya,” tutur dia kecewa.

Laporannya berlanjut ke Kemenkumham. “Sudah ditegor mediasi lewat Kakanwil Provinsi tapi gak ada juga hasilnya, sama sekali gada hasil mediasinya.”

Diakui dia, kedatangannya di depan Istana merupakan kali ketiga, demi kehormatannya sebagai guru. “Tahun 2012 ke DPR RI, 2015 Setneg, Kemenkumham, Komnas, sama 2016 ke sini (Istana Negara),” ucap dia.

Selama di Jakarta, Nelly menumpang di rumah sanak saudaranya. Dia bertekad baru akan kembali ke kampung halaman jika kasusnya beres. “Saya ke Jakarta mau pertanyakan hak saya,” ujar dia. (aktual)