Saham Garuda Anjlok

by
Pramugari Garuda Indoneisa Airlines foto bersama.(foto The Jakarta Post)

EKONOMIPOS.COM-Persoalan beruntun melanda maskapai penerbangan plat merah milik negara, Garuda Indonesia Airlines. Belum usai penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia, kini maskapai pelat merah itu dipusingkan dengan kabar terkait tuduhan penyelundupan mobil Ferrari. Hal itu menyusul beredarnya informasi dan video di media sosial yang memperlihatkan adanya mobil Ferrari berwarna merah yang diangkut di pesawat Garuda. enanggapi hal itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menjelaskan bahwa mobil Ferrari tersebut bukanlah barang selundupan seperti yang beredar di media sosial.

Ikhsan menuturkan, mobil tersebut merupakan barang kargo yang secara legal diangkut dari Jakarta tujuan London Heathrow dengan pesawat Garuda Indonesia GA086 jenis B-777-300ER pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu. “Mobil Ferrari tersebut adalah milik seseorang yang menggunakan jasa kargo Garuda Indonesia untuk pengiriman dari Jakarta ke London. Mobil tersebut juga telah melalui prosedur kepabeanan resmi,” ujar Ikhsan di Jakarta, akhir pekan.

Menurut dia, lokasi pengambilan gambar adalah di Bandara Heathrow London ketika cargo berupa mobil Ferrari tersebut diturunkan dari pesawat. Ikhsan menjelaskan, tak hanya pernah mengangkut mobil, namun Garuda juga tentu pernah membawa sejumlah bawaan lain. “Garuda Indonesia juga pernah mengangkut Panda dengan penanganan khusus dari Chengdu, Tiongkok ke Jakarta pada September 2017 lalu,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, permasalahan penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia tentu membawa dampak pada kinerja maskapai pelat merah tersebut. Selama sepekan kemarin, harga saham emiten dengan kode perdagangan GIAA itu turun cukup dalam seiring dengan mengemukanya kasus yang melibatkan jajaran direksi Garuda. Harga saham GIAA tercatat anjlok 56 poin atau 10,37 persen dari level Rp 540 pada Senin (2/12) menjadi Rp 484 per saham pada penutupan perdagangan akhir pekan (5/12).

GIAA tercatat melemah secara berturut-turut sebesar 2,78 persen, 4,76 persen, 0,80 persen, dan 2,42 persen. Meski sepanjang tahun berjalan, saham GIAA memberireturn positif 62,42 persen. Analis pasar modal Hans Kwee menuturkam, persoalan penyelundupan tentu memukul pergerakan saham GIAA. Terlebih, pasar langsung merespons hal itu dan terefleksi pada kinerja perdagangan GIAA di pasar saham. Namun, lanjut Hans, setiap keputusan yang diambil oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham tentu harus diikuti, termasuk memecat orang-orang yang terlibat penyelundupan itu.

“Kalau kita lihat kan pemegang saham juga kan pemerintah, pemegang otoritas tertinggi tetap Kementerian BUMN. Dan kalau didepak mundur ya dia harus terima aturan. RUPS pun akan memecat dia,” ujar Hans kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin (8/12). Tetapi, Hans memandang bahwa tekanan yang dihadapi saham GIAA tak akan berlangsung lama. Sebab, hal itu murni persoalan korporasi yang biasanya tak berlangsung dalam jangka waktu terlampau lama.

Investor pun disebutnya masih akan optimis pada kinerja keuangan GIAA. Terlebih, Kementerian BUMN selaku pemegang saham telah memberikan sinyal kuat bersih-bersih di tubuh maskapai itu. Pasar juga tentu merespons positif pencopotan direksi-direksi yang terlibat praktik kotor itu. Hans menilai pundi-pundi keuntungan Garuda juga diprediksi akan tetap mencatat untung. Hal itu seiring dengan harga tiket maskapai full service itu yang masih dalam kisaran tinggi.

“Jadi pasar akan lebih optimis melihat prospek Garuda seiring dengan adanya pergantian direksi. Efek (tekanan saham) tidak long term kalau dikaitkan dengan permasalahan ini,” katanya “Memang kita sendiri berpikir bahwa direksi adalah kepanjangan tangan pemegang saham. Jadi ketika Pak Erick Thohir sudah tidak mau lagi memakai nama-nama direksi yang lama, ya keputusan itu harus diikuti,” jelasnya lagi. Pemecatan Ari Ashkara dari posisi orang nomor satu di Garuda juga disambut baik oleh kalangan pengusaha. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, mengaku, senang atas terkuaknya skandal penyelundupan yang berujung pada pemecatan itu.

“Terus terang kami dengan adanya pergantian direksi Garuda ini, saya sebagai Ketua PHRI di sektor pariwisata, gembira banget,’’ ujarnya ditemui di Kemenko Perekonomian, Jumat (6/12). Kegembiraan Hariyadi bukannya tanpa alasan. Menurut dia, selama Ari menjabat sebagai dirut Garuda disebutnya sering menghambat perusahaan swasta untuk mendistribusikan minyak jenis avtur karena dianggap sebagai kompetitor.

Selain itu, harga tiket pesawat yang melambung tinggi juga disebut sebagai permasalahan yang paling utama. “Kami sesalkan saja kok ada upaya yang membuat kompetitif dipersulit. Dia (Ari Askhara) mendikte pasar, sampai Traveloka dipencet sama dia, itu enggak fair lah,’’ lanjutnya. Haryadi mengatakan, kebijakan yang ditempuh Ari semasa menjabat di maskapai pelat merah itu justru membuat persaingan tak kompetitif. Ujung-ujungnya, masyarakat yang dirugikan. Tak hanya harga jual tiket yang jadi melonjak, harga pengiriman barang melalui jasa kargo jadi mahal. Seperti diketahui harga tiket pesawat sempat meningkat sangat tinggi pada awal tahun. Hal tersebut berdampak kepada tingkat hunian hotel yang juga ikut anjlok. “Mudah-mudahan ini titik kita membenahi semuanyalah. Karena ini bicaranya tidak hanya pariwisata, tapi berbicara pertumbuhan ekonomi kita juga. Bayangkan bukan hanya penumpang saja kena masalah, kargo pun kena,’’ katanya.

Upaya bersih-bersih Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN juga mendapat dukungan penuh dari mitranya di komisi V DPR RI. Menurut Ketua Komisi V Lasarus, tindakan tegas memang harus diambil kepada siapa saha yang terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson tersebut. Kendati demikian, Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu meminta agar pemerintah turut mengantisipasi imbas dari keputusan pemecatan seluruh direksi yang diambil. Jangan sampai menyebabkan angkutan natal dan tahun (nataru) terganggu. Mengingat, Garuda jadi salah satu maskapai yang cukup diandalkan. ”Kita berharap pemerintah mengantisipasi apapun efek dari pergantian itu,” katanya. Seharusnya, kata dia, operasional Garuda tidak terdampak dengan pergantian yang terjadi. Sebab, sistem di Garuda terkait oprasional sudah baku sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Namun keberadaan pimpinan atau key person juga sangat penting guna memastikan semua berjalan.

Editor Roy