PLN Percepat Pembangunan Listrik Di Perbatasan NTT-Timor Leste

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),KUPANG – Wilayah perbatasan NTT dengan Timor Leste dalam waktu dekat akan teraliri listrik PLN.

PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur mempercepat pembangunan listrik di tiga lokasi perlintasan batas negara Indonesia-Timor Leste yakni di Motaain dan Motamasin Kabupaten Belu dan di Wini Kabupaten Timor Tengah Utara.

“Kita targetkan akhir tahun ini penyelesaian pembangunan listrik di tiga lokasi yang merupakan wilayah perbatasan negara dengan Timor Leste di Pulau Timor itu akan terwujud,” kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Richard Safkaur dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10/2016).

Richard telah melakukan peninjauan langsung ke tiga lokasi pembangunan tersebut dan diketahui semua proses sudah sesuai dengan tahapan yang direncanakan.

Dia menjelaskan progres perluasan jaringan secara pembangunan fisik di Motaain sudah 100% yang terdiri dari perluasan saluran udara tegangan menengah (SUTM) 0,39 kms, saluran kabel tegangan menengah (SKTM) 0,05 kms, pemasangan kubikel dan persiapan penyambungan listrik ke pos lintas batas dengan daya sebesar 555 kva dari penyulang Atapupu hingga Rayon Atambua.

“Untuk Motaain sendiri kami sudah siap menyambung listrik di mana pada bulan Oktober ini rencananya akan ada kunjungan dari Presiden RI Joko Wiodo,” katanya.

Dia mengatakan siap mendukung pasokan listrik ke pos perbatasan karena adanya pengembangan listrik sehingga masyarakat setempat dapat menikmati listrik yang diharapkan bisa menggerakkan perekonomiannya.

Selanjutnya, kata dia, perkembangan pembangunan listrik di pos perbatasan Wini Kabupaten Timor Tengah Utara sudah mencapai perluasan jaringan SUTM: 0,65 kms (kilo meter sirkuit), SKTM: 0,2 kms dan pemasangan kubikel yang masih menunggu penyelesaian gardu bangunan di pos lintas batas.

“Untuk pembangunan listrik di Wini diperkirakan selesai pada minggu kedua Oktober 2016 dengan daya 240 (kilovolt ampere),” katanya.

Sementara untuk pos lintas batas di Motamasin, perkembangan pekerjaan pembangunan jaringan listrik telah mencapai penyaluran material ke lokasi dan diperkirakan minggu kedua bulan November 2016 akan selesai dengan menyalurkan daya sebesar 555 kVa.

Menurut dia, sejauh ini semua perkembangan pengerjaan listrik tersebut masih sesuai dengan jadwal sehingga dia berharap agar semua pihak yang terlibat dapat bekerja sama dengan baik sehingga bisa diselesaikan tepat pada waktunya.

Dia mengatakan ketiga lokasi tersebut merupakan beranda terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste dari tujuh lokasi kawasan perbatasan di Indonesia termasuk di Papua dan Kalimantan yang rencana pembangunannya akan rampung pada akhir tahun 2016.

Pihaknya terus mendorong pembangunan listrik sesuai dengan semangat Pemerintah Indonesia membangun dari daerah pinggiran sehingga bisa membantu perbaikan perekonomian masyarakat di berbagai daerah pelosok.

“Kita terus mendorong pembangunan di daerah perbatasan sesuai semangat yang tertuang dalam amanat Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana di Kawasan Perbatasan,” demikian Richard Safkaur.

 

(Bisnis)