Sriwijaya Air Mogok, 27 Penerbangan Bandara Juanda Terganggu

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA—Sebanyak 27 jadwal penerbangan di Bandara Juanda Surabaya terganggu akibat adanya insiden pesawat Sriwijaya Air SJ-565 rute Makassar-Surabaya yang mengalami kerusakan ketika mendarat.

Sekretaris Perusahaan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Didiet Kus Sam Radityo mengatakan akibat insiden tersebut, pihaknya langsung menutup landas pacu Juanda untuk sementara waktu.

“Kami menerima laporan dari Sriwijaya tentang badan pesawat yang sobek setelah mendarat. Namun, karena waktunya sedikit, tidak diterbitkan NOTAM , hanya pemberitahuan radio saja,” katanya, Selasa (11/10).

Setelah pemeriksaan landas pacu, lanjut Didiet, landas pacu dibuka kembali, dan kegiatan penerbangan di Juanda sudah kembali normal. Dia menambahkan pemeriksaan lebih lanjut nantinya akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Kendati demikian, Didiet mengungkapkan penutupan bandara selama 15 menit tersebut ternyata menyebabkan 27 penerbangan terganggu, yakni 15 pesawat terpaksa holding arrival, tiga pesawat delay departure dan sembilan pesawat standby start.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Agus Soedjono menjelaskan bahwa kerusakan badan pesawat Sriwijaya Air saat melakukan pendaratan tersebut disebabkan adanya potongan aspal.

“Rusaknya body pesawat Sriwijaya Air karena terkena potongan aspal itu benar adanya. Kejadian itu terjadi ketika pesawat Sriwijaya Air yang terbang dari Makassar melakukan landing di Juanda. Jadi bukan karena mendarat darurat,” tuturnya.

Agus menambahkan Sriwijaya Air melalui tim Quality Safety and Security Sriwijaya Air akan melakukan investigasi lebih lanjut. Namun demikian, dia menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional Sriwijaya Air saat ini tetap berjalan normal.

Di tempat berbeda, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi menuturkan Angkasa Pura I masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak KNKT selaku pihak yang berwenang dalam mencari penyebab insiden tersebut.

“Namun yang pasti, landas pacu Juanda saat ini sudah bisa dipergunakan lagi untuk kegiatan penerbangan karena posisi pesawat Sriwijaya Air sudah berada di apron, dan pemeriksaan landas pacu juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Israwadi juga menambahkan bahwa Angkasa Pura I selalu melakukan pengecekan kondisi landas pacu dan apron, termasuk membersihkan benda-benda asing atau biasa disebut dengan foreign object debris (FOD) setiap tiga kali/hari.

Berdasarkan catatan Bisnis, penutupan sementara Bandara Juanda akibat kerusakan landas pacu pernah terjadi. Pada pertengahan Januari 2015 yang lalu, sebanyak 90 penerbangan terganggu akibat kondisi landas pacu yang terkelupas.

Pengelupasan landas pacu saat itu dilaporkan terjadi di beberapa titik dengan diameter sebesar 15-70 cm. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan kegiatan penerbangan di Juanda berhenti selama empat jam.

 

(Bisnis)