HARGA BAWANG PUTIH: Di Ambon Turun Jadi Rp38.000/kg

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),AMBON – Memasuki hari terakhir bulan November 2016, harga bawang putih di Ambon mulai mengalami penurunan.

Para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Ambonini menawarkan bawang putih dengan harga bergerak turun hingga Rp38.000/kg.

Pantauan di lokasi pasar Mardika dan Batumerah, Rabu (30/11/2016), para pedagang mulai menurunkan harga jual bawang putih dari Rp40.000/kg menjadi Rp38.000/kg, sedangkan harga bawang merah tetap bertahan di angka Rp50.000/kg.

Abdul pedagang bawang yang ditemui di kawasan pasar Mardika mengatakan, sejak kemarin (29/11) harga bawang putih bergerak turun dari Rp40.000 menjadi Rp38.000.

“Selain harga turun di pasar utama Surabaya menurut informasi dari para agen yang selama ini memasok dari Surabaya stok di pasar Ambon juga cukup banyak. Demikian juga stok bawang merah cukup banyak, hanya saja harga bawang merah tidak berubah yakni Rp50.000/kg,” ujarnya.

Dia mengatakan, bertahannya harga bawang merah sudah satu minggu berlangsung, dan nanti kita lihat di bulan Desember apakah terjadi perubahan lagi atau tidak, sebab biasanya bulan Desember terjadi kenaikan.

“Apalagi memasuki minggu ketiga dan keempat sudah pasti terjadi perubahan naik sebab sudah tidak ada lagi orang kerja di sentra-sentra produksi sebab memasuki masa liburan,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, arus pasok dari sentra produksi ke agen-agen terputus, dan hal ini yang mengakibatkan terjadi perubahan harga naik dengan alasan stok menipis, dan ini sudah terjadi dari tahun ke tahun.

Agen pemasok bawang dari Surabaya, Inang mengakui kalau harga bawang putih sedikit menurun sekarang ini, mudah-mudahan harga bawang merah juga ikut turun.

Dia mengatakan, perubahan harga ini juga belum stabil, kemungkinan besar minggu depan terjadi kenaikan lagi, sebab di sebagian besar wilayah di pulau Jawa sebagai sentra produksi diguyur hujan.

“Belum lagi masuk bulan Desember banyak pekerja yang libur dan ikut mempengaruhi arus pasok, sebab tidak ada tenaga kerja baik di sentra produksi maupun yang melayani permintaan pengiriman,” ujarnya.

 

(Bisnis)