Badan Promosi Pariwisata Diyakini Tingkatkan Kunjungan Ke Sumsel

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),PALEMBANG – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Selatan ditargetkan meningkat sebanyak 10% dengan kehadiran Badan Promosi Pariwisata (BPP) Daerah  yang tak lama lagi terbentuk.

BPPD merupakan suatu lembaga yang diinisiasi sejumlah pelaku industri pariwisata, seperti persatuan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) dan Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Sumsel sejak tiga tahun belakangan.

Ketua PHRI Sumsel Herlan Asifudin mengatakan pihaknya ingin mempercepat promosi pariwisata Bumi Sriwijaya dengan adanya BPP.

“BPP itu penting karena unsur di dalamnya lengkap mulai dari pariwisata, penerbangan, pemda sampai akademisi. Tujuannya untuk percepatan promosi pariwisata Sumsel,” katanya, Kamis (28/7/2016).

Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumsel rata-rata mencapai 1.000 orang per bulan. Herlan mengatakan pelaku industri pariwisata sendiri sudah mendapat arahan dari Pemprov Sumsel dalam memberikan promosi ke calon wisatawan.

Dia mengatakan di bidang perhotelan, misalnya pihaknya bakal gencar memberikan diskon dan meningkatkan fasilitas hotel yang ada.

Sementara itu Ketua Asita Sumsel Anton Wahyudi mengatakan langkah yang bakal diambil pihaknya adalah menawarkan sejumlah paket perjalanan wisata kepada wisatawan.

“Itu juga merupakan arahan dari gubernur Sumsel yang minta ada paket wisata berkelas internasional,” katanya.

Adapun paket perjalanan yang sudah disiapkan Asita, seperti Palembang city tour, Palembang – Pagaralam dan Palembang – Danau Ranau.

Kepala Dinas Pariwisata, Irene Camelyn Sinaga mengatakan BPP sebagai tindak lanjut pengembangan wisata agar bisa dilirik pengunjung.

“Mereka akan melakukan promosi untuk menarik para investor. Mereka bisa melakukan inovasi kreatifitas mengembangkan pariwisata Sumsel,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan pihaknya menginginkan pariwisata di Sumsel berkembang pesat, agar nantinya bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumsel.

“Namun hal itu harus dikoordinasikan dan diselaraskan bersama Dinas Pariwisata Sumsel agar pola pemikiran dan program-program yang dikembangkan dapat sejalan dan selaras,” katanya.

Alex mengatakan, sebenarnya banyak sekali objek wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari situs prasejarah, atau tempat-tempat menarik lainnya, terutama situs 1001 megalit di wilayah Kabupaten Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang.

Tetapi karena belum maksimalnya upaya promosi, menyebabkan kurang terkenalnya tempat wisata tersebut.

Alex berharap usaha promosinya agar lebih gencar lagi dengan memanfaatkan situasi dan momen supaya potensi pariwisata di wilayah tersebut cepat berkembang.

Selain itu, kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC) juga bisa dijual. Dalam uraiannya, bila pembangunan LRT telah selesai, maka bisa menjadi alat transportasi penunjang wisatawan untuk berkunjung ke wilayah tersebut, terlebih lagi akan dikembangkannya proyek Green City, itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Jakabaring bisa menjadi sport tourism, paling tidak kelas dunia, bagaimana kita bisa mendesain, mengerjakannya, bukan hanya berbicara,” ujarnya.