• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Berikut Target Bank Riau Kepri Setelah Konversi Jadi Syariah

30/05/2022
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM, PEKANBARU – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Kepri menargetkan pertumbuhan sekitar 7,5 persen untuk pembiayaan pada 2022. Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, Andi Buchari menyampaikan target keuangan tidak banyak berubah setelah konversi menjadi syariah.

Bank Riau Kepri (BRK). Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Kepri menargetkan pertumbuhan sekitar 7,5 persen untuk pembiayaan pada 2022. Setelah konversi, pembiayaan BRK Syariah akan ditopang oleh skema akad jual beli

“Untuk perubahan target keuangan tidak banyak hanya perubahan pada skema saja, target pembiayaan hingga akhir 2022 sekitar Rp 25-26 triliun, atau tumbuh sekitar 7,5 persen di RBB kita,” katanya di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Andi mengatakan, Unit Usaha Syariah (UUS) BRK sendiri sudah berkontribusi signifikan. Dari sisi aset, pangsanya sudah mencapai 27 persen dari induk, yakni sekitar Rp 9,2 triliun. Pertumbuhan laba sebesar 135 persen pada 2021 (yoy). Laba tersebut berkontribusi sekitar 40 persen pada laba perusahaan.

“Artinya sudah sangat layak kita berpindah jadi syariah, ini jadi verifikasi dari masyarakat yang mendukung mereka bondong-bondong gunakan layanan syariah,” katanya.

Setelah konversi, pembiayaan BRK Syariah akan ditopang oleh skema akad jual beli atau murabahah. Skema bagi hasil juga akan didorong untuk pembiayaan UMKM kelapa sawit. Selain itu akad MMQ untuk KPR juga kerja sama FLPP.

Menurutnya, potensi tersebut turut menjanjikan di Riau dan Kepri, khususnya Batam. Batam menjadi area pertumbuhan baik dari sisi infrastruktur maupun properti, perumahan.

Menurutnya, porsi konsumer saat ini masih dominan yakni sekitar 75 persen dan 25 persen diantaranya untuk komersial dan korporasi. Rasio UMKM atau RPIM sendiri telah melampaui 20 persen dengan strategi salah satunya penyaluran melalui koperasi.

Andi Buchari, Direktur Utama PT Bank Riau Kepri

Melalui konversi Bank Riau Kepri ke syariah, pihaknya akan mendorong penghimpunan dan penyaluran dana berbasis syariah. Misalnya saja, penyaluran dana sosial seperti zakat, infak, sadaqah dan wakaf di masyarakat.

Selain itu, membantu masyarakat merencanakan ibadah haji dan umrah. Salah satunya melalui produk tabungan haji iB Dhuha Bank Riau Kepri Syari’ah. “Selama dua tahun terakhir, kami termasuk bank terbesar yang menerima setoran haji di Riau dan Kepulauan Riau. Untuk kloter pertama, kami akan berangkatkan sekitar 300-400 jamaah haji,” ungkap Andi. (Advertorial)

Tags: bank riau kepriKonversi Syariah
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Konversi Syariah Disetujui, Bank Riau Kepri Gelar Roadshow ke Pondok Pesantren
Advertorial

Konversi Syariah Disetujui, Bank Riau Kepri Gelar Roadshow ke Pondok Pesantren

12/07/2022
Terbaik Dalam Pelayanan, Bank Riau Kepri Raih Peringkat Pertama Call Center Pada BSE Award 2022
Advertorial

Terbaik Dalam Pelayanan, Bank Riau Kepri Raih Peringkat Pertama Call Center Pada BSE Award 2022

01/07/2022
Sinergitas Kembangkan Ekonomi Syariah, BRK Lakukan MoU dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Riau
Finance

Sinergitas Kembangkan Ekonomi Syariah, BRK Lakukan MoU dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Riau

01/07/2022
Load More
Please login to join discussion
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version