Raksasa e-commerce dunia bidik Allegro

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),WARSAWA – Allegro, perusahaan perdagangan elektronik atau e-commerce asal Polandia, mendadak menjadi buah bibir. Penyebabnya tak lain karena Allegro kini sedang menjadi rebutan raksasa-raksasa e-commerce dunia.

Rabu (27/7), seorang sumber Reuters mengatakan, perusahan e-commerce terbesar China, yakni Alibaba disebut-sebut berminat mencaplok Allegro. Namun tidak hanya Alibaba, masih banyak perusahaan besar yang berniat sama. Mereka adalah eBay Inc, CVC Capital Partner, Wp.pl dan Onet.pl.

Allegro merupakan situs lelang nomor wahid di Eropa Timur. Adapun penawaran yang diberikan kepada situs lelang milik Nasper tersebut berkisar antara € 2 miliar–€ 3 miliar atau setara US$ 2,2 miliar hingga US$ 3,3 miliar. Jika tidak ada hambatan, salah satu raksasa e-commerce itu diperkirakan mampu mengakuisisi Allegro tahun ini.

Sumber Reuters bercerita, calon pembeli paling potensial saat ini adalah eBay dan Alibaba. “Khususnya Alibaba, jika dilihat dari sudut pandang anti monopoli,” terang sumber Reuters itu.

Pasar e-commerce di Polandia diperkirakan memiliki nilai setara US$ 8 miliar dengan dukungan dari 22.000 toko online. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah, dua kali lipat pada tahun 2020 mendatang. Terlebih lagi, Pemerintah Polandia tidak lagi mengharuskan retribusi dalam pembelian online lewat kebijakan pajak ritel terbaru.

Sampai saat ini, Allegro memiliki konsumen sebanyak 14 juta. Allegro bersaing ketat dengan “saudara kandung” mereka OLX.pl dan juga Amazon milik eBay.

Sebagai tambahan informasi, Allegro merupakan investasi terbesar Nasper di bidang e-commerce sejak tahun 2008. Nasper sendiri telah bertransformasi dari perusahaan media menjadi perusahaan yang fokus menggarap e-commerce dengan valuasi bisnis senilai US$ 65 miliar.

Tidak hanya itu, Allegro telah beroperasi di lebih dari 130 negara. Allegro juga merupakan salah satu pemilik saham perusahaan internet Rusia, Mail.Ru Group serta perusahaan social network dan online entertainment terbesar di China, Tencent Holdings.

Sebagai calon pembeli, eBay sebelumnya telah memisahkan bisnis anak usahanya, PayPal. Sekadar mengingatkan, sejak Juli 2015, PayPal dan eBay resmi memisahkan operasional bisnis mereka. Jajaran direksi eBay memutuskan bahwa pemisahan bisnis PayPal sebagai alat pembayaran elektronik e-commerce eBay.

Tepat pada 17 Juli 2015, baik eBay dan PayPal tak lagi menjadi satu kesatuan. Tujuan pemisahan ini agar kedua perusahaan lebih fokus membidangi bisnisnya masing-masing. Pemisahan ini juga akan membuat PayPal lebih konsentrasi menghadapi pesaing lain, seperti Apple Pay.

Adapun Alibaba sempat dikabarkan mengajukan penawaran pembelian Yahoo! Inc. Demi mendapatkan Yahoo, Alibaba bersaing dengan beberapa calon investor seperti Verizon Communications Corp., YP Holdings LLC, TPG, serta Vista Equity Partners LLC. Namun pada akhirnya, Verizon yang memboyong Yahoo, senilai US$ 4,8 miliar.

 

(KONTAN)