Tiga Gadis Masuk Penjara karena Kasus Pembegalan

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),PALEMBANG – Benar nasihat dari para orang tua. Dalam bergaul, harus memilih teman yang baik. Salah pilih kawan dapat merusak perilaku, bahkan masa depan. Pergaulan salah inilah yang dialami tiga remaja putri, W (15), A (16) seorang pelajar, dan L (15).

Tak main-main, tiga remaja itu diduga terkait dengan kasus pembegalan di kawasan Jakabaring, Seberang Ulu (SU) I. Ketiganya ternyata teman ‘si raja begal’, Monico alias Acul yang telah ditangkap jajaran Polsekta SU, belum lama ini. “Masih penyelidikan dan pengembangan kasusnya,” kata Kapolsek SU I, Kompol M Khalid Zulkarnain.

Tiga anak baru gede itu diciduk dari dua tempat berbeda. A dan L ditangkap dari sebuah rumah di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bagus Kuning, Plaju. Sedang W dijemput dari rumahnya di Jalan Yaktapena I, SU I. Saat digelandang petugas ke Polsekta SU I, ketiganya terlihat pasrah dan tak melawan.  Ketiganya lebih banyak menundukkan kepala, bahkan berpegangan tangan karena ketakutan.

Masuk ke kantor polisi baru pertama kali terjadi di usia mereka yang baru seumur jagung. Saat dicerca pertanyaan oleh petugas, ketiganya menjawab dengan cepat dan polos, apa adanya. Saat sesekali ditanya dengan pertanyaan yang sedikit nyeleneh, ketiganya pun tersenyum.

Di hadapan petugas, L mengaku pernah ikut melakukan pembegalan bersama Monico alias Acul. Salah satunya dalam aksi di kawasan Dekranasda, Jakabaring, Kelurahan 15 Ulu. “Acul yang bawa motor, aku cuma dibonceng,” tuturnya.

Dari keikutsertaannya, ketiganya mendapat ponsel Oppo dan Advan. Dia hanya menjual satu ponsel saja, merek Oppo, yang dijualnya seharga Rp700 ribu. “Yang lain aku tidak tahu. Semua Acul yang pegang,” tuturnya.

Sementara W dan A mengaku tidak pernah ikut beraksi. “Tapi kami dapat uang,” ucap keduanya sambil berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera. Namun, polisi tak percaya begitu saja. Sebab, Monico alias Acul dikenal sebagai spesialis begal. Pernah dipenjara dua kali tak membuat pemuda berusia 18 tahun itu jera.

Sejak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Klas I, dia sudah 13 kali beraksi. Dia pun tertangkap oleh jajaran Polsekta SU I di Jl Silaberanti. Dalam 13 kali aksinya, Acul dan teman-temannya sudah mendapatkan 15 ponsel berbagai merek dan dua unit sepeda motor matic.Tak sendirian,  Acul diringkus bersama dua anggota komplotannya, Mau (16) dan Fr (15). Wilayah aksi kawanan ini di kawasan Jakabaring dan Seberang Ulu II. (**)