Dimutasi ke Sumsel, Kapolda Riau: Masyarakat Riau Ramah dan Santun

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara masuk daftar lima kapolda yang dimutasi Kapolri. Dia akan mengisi jabatan baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Sementara Kapolda Riau akan dijabat oleh Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Nandang.

Selama bertugas di Riau, Zulkarnain mengaku berkesan dengan masyarakatnya yang santun dan ramah. Dia juga mengaku suka dengan budaya berpantun di Riau.

Setelah menjabat sebagai Kapolda Riau sekitar 11 bulan, sejak September 2016, Irjen Zulkarnain selanjutnya akan memimpin kepolisian daerah di kampung halamannya, Sumatera Selatan (Sumsel).

“Saya kan sudah tugas di mana-mana. Pengalaman saya yang paling enak masyarakatnya itu ya masyarakat Provinsi Riau,” ujar Irjen Zulkarnain, Jumat (25/8) malam.

Irjan Zulkarnain menggambarkannya melalui sebuah pantun, yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan bertemu dengan masyarakat atau forum resmi di Provinsi Riau.

“Seperti saya beri tahu dalam pantun ‘negeri kita negeri Melayu, masyarakatnya santun-santun, tentu saja saya merasa malu, kalau memulai kata tak dengan pantun’. Artinya, budaya pantun, orangnya itu santun-santun. Itu memang sangat luar biasa terasa bagi saya,” tuturnya.

Ia membandingkan dengan masyarakat Sumatera Selatan. Walaupun dia merupakan putra asli Bumi Sriwijaya, Irjen Zulkarnain mengakui masyarakat Riau jauh lebih ramah dan santun.

“Saya sebelumnya pernah tugas di Palembang. Menurut saya jauh lebih santun-santun masyarakat di Provinsi Riau,” sebutnya.

Sekitar sebelas bulan memimpin Polda Riau, jenderal polisi bintang dua ini dikenal murah senyum. Ia kerap bertatap muka dengan masyarakat. Paling tidak dua kali dalam satu minggu.

Selama di Riau, Irjen Zulkarnain memiliki program salat subuh berjamaah dan salat Jumat keliling dari masjid ke masjid. Paling sering di Kota Pekanbaru, hingga ke kabupaten dan kota lain di Riau.

Program ini akan ia bawa ke Sumsel. Ia akan berkeliling dari masjid ke masjid di Bumi Sriwijaya, bercengkerama dengan masyarakat di sana. “Akan saya lanjutkan di Sumatera Selatan,” ujar Irjen Zulkarnain.

Berbicara mengenai penggantinya sebagai Kapolda Riau, yakni Brigjen Pol. Nandang, disebutnya sebagai sosok yang jauh lebih agamis darinya.

“Sepengetahuan saya Pak Nandang lebih agamis dari saya. Dulu beliau pernah sekolah di pesantren. Insya Allah beliau bisa lebih baik dari saya,” tuturnya.

Mengenai tugas paling berkesan selama di Riau, Irjen Zulkarnain menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia bersyukur selama menjabat Kapolda Riau, Karhutla bisa ditangani dengan baik. (*)