Hasil Tes Urine ASN di Riau Hanya Diketahui BNN dan Kepala Instansi Terkait

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU – Sebagai satu upaya mencegah peredaran narkoba di kalangan PNS, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau terus menggiatkan tes urine aparatur sipil negara.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Riau Zuldastri SP mengatakan, kegiatan ini digelar dalam upaya preventif mencegah peredaran narkoba di Riau.

Untuk pelaksanaan tes urine tim BNN akan mengawal  masing-masing ASN  tersebut. Hasil uji laboratoroiumnya bisa keluar selama seminggu.

Hasilnya bersifat rahasia, hanya kepala instansi atau pimpinan kantor yang bisa mengetahuinya. Hasil tes urine tidak bisa dipublikasikan merujuk SOP tes urine.

“Prosedurnya adalah para peserta tes urin, yang laki-laki akan didampingi tim yang laki-laki begitu pula untuk karyawati akan dikawal tim kami yang wanita dari BNN Provinsi,” katanya, Kamis (09/11/2017).

Untuk alat yang dipakai dengan ukuran 6 parameter, mampu mendeteksi sejumlah narkoba seperi morvin, sabu-sabu, kokain, ganja dan benzo.

“Tes urine dilakukan merujuk pagu anggaran BNNP Riau 2017 dan untuk daerah ini 10 instansi pemerintahan. Kegiatan ini digelar juga berdasarkan Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, program kerja BNN Provinsi Riau 2017,” tutur Zuldastri SP.

Dalam mencegah peredaran narkoba di Riau, katanya,  BNN masih menjalankan program pencegahan pemberantasan dan rehabilitasi.

Data dari BNNP Riau menunjukkan  pada 2015 kasus narkoba di Riau berada pada peringkat ketujuh nasional, 2016 peringkat 14 nasional  dengan jumlah kasus 2015  sebanyak 1.032 kasus dengan 1.455 tersangka, 2016  sebanyak  1.481 kasus dengan 2.020 tersangka. Selanjutnya semester pertama  2017 tercatat sebanyak 750 kasus dengan 1.031 tersangka.

Mirisnya selama 2017 diprediksi akan terjadi peningkatan karena separuh tahun saja sudah mencapai 750 kasus sehingga perlu terus digencarkan gencarkan razia kafe, hotel, dan pelabuhan tikus seperti di Kota Dumai yang berpotensi terjadi transaksi narkoba karena sepi dan bahkan jauh dari pedesaan.

Daerah yang menjadi urutan pertama (merah) terbesar  di Provinsi Riau menurut temuan BNNP Riau adalah Kabupaten Bengkalis, Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir.

Peringkat kedua (warna kuning) Riau adalah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak sedangkan peringkat ketiga (warna hijau) adalah Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Inderagiri Hulu, dan Kabupaten Indergiri Hilir serta Kebupaten Meranti. (*)