SKK Migas Janji Optimalkan Tenaga Lokal

by

EKONOMIPOS.COM(EPC),BANDUNG–Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dalam negeri dalam kegiatan operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan selama delapan tahun terakhir pihaknya telah mempertahankan rasio penggunaan teenaga kerja asing agar tidak lebih dari 4%.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diemban untuk mengelola kegiatan industri hulu migas nasional, SKK Migas berkomitmen penuh untuk mengembangkan kapabilitas dan kapasitas nasional dalam bidang sumber daya manusia,“ ujarnya saat membuka forum The 8th HR Summit di Bandung, Rabu (5/10).

Berdasarkan data SKK Migas pada 2015, jumlah tenaga kerja lokal pada industri hulu migas mencapai 31.742 orang atau 97% dari total pekerja migas. Sisanya, sebanyak 3% atau 1.022 orang adalah pegawai asing.

Amien menyebut penggunaan tenaga kerja lokal mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya kegiatan operasi dari KKKS dalam 10 tahun terakhir.

Sebaliknya, tren penggunaan tenaga asing selama 10 tahun terakhir cenderung konstan, meskipun banyak proyek besar yang saat ini sedang berlangsung.

Namun demikian, Amien menyatakan tetap mengoptimalkan tenaga kerja asing seiring dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sebagai bentuk komitmen tersebut pihaknya membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Hulu Migas (LSP Hulu Migas) yang akan mewadahi kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah  program sertifikasi kompetensi-kompetensi yang ada pada kegiatan industri hulu migas.
Pada saat ini profesi di bidang Supply Chain Management (SCM) sedang dilakukan sertifikasi. Sementara itu, untuk sertifikasi profesi pengawas lifting dan SDM sedang dipersiapkan oleh Tim dengan bekerjasama dengan LSP Hulu Migas.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri mengatakan investasi asing untuk pelatihan pekerja dimungkinkan. Hal itu guna mendapatkan sumber daya mineral yang mumpuni.

“Kemenaker sekarang ini sedang menyiapkan skema pemagangan bersama praktisi SDM. Kami sudah kerjasama dengan Kadin untuk mendorong agar pemagangan ini menjadi salah satu cara peningkatan dari calon tenaga kerja,” katanya.

 

(BISNIS)