BATU BARA: Kapasitas Pembangkit Listrik China Akan Tumbuh 19% Hingga 2020

by

EKONOMIPOS.COM(EPC),JAKARTA – Kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara China akan tumbuh 19% sepanjang lima tahun ke depan, di saat negara pengguna energi terbesar di dunia tersebut memperbesar penggunaan bahan bakar non fosilnya.

Menurut Kepala Engineer Badan Administrasi Energi Nasional China, Han Shui, seperti dilansir Bloomberg hari ini (8/11/2016), kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara akan naik namun akan tetap di bawah 1.100 gigawatt (GW).

Sementara itu, kapasitas tenaga nonfosil akan meningkat 48% hingga sekitar 770 GW selama lima tahun ke depan hingga 2020 sejalan dengan meningkatnya total kapasitas sebesar 31% hingga 2.000 GW.

“Pertumbuhan konsumsi batu bara selama lima tahun mendatang diproyeksikan akan lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal itu mengisyaratkan bahwa produksi batu bara tidak boleh dikurangi lebih lanjut, jika tidak pasar batu bara akan mengalami defisit,” ujar Helen Lau, Analis Argonaut Securities Asia Ltd.

Seperti diketahui, kepemerintahan Presiden Xi Jinping berupaya menggantikan batu bara dengan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan demi membantu mengurangi tingkat polusi yang telah mengganggu beberapa kota terbesar di China, termasuk Beijing, Tianjin, dan Shanghai.

Negara tersebut telah berencana meningkatkan konsumsi gas alaminya hingga 10% dari total bauran energi pada 2020 dari sekitar 6% saat ini.

China akan perlu memangkas sekitar 150 GW kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara dari proyek-proyek yang telah disetujui untuk konstruksi maupun sudah dalam tahap konstruksi untuk mempertahankan batas 1.100 GW.

“Tanpa adanya pembatasan, kapasitas pembangkit listrik bertenaga batu bara China dapat mencapai sekitar 1.250 GW pada 2020,” ujar Huang Xuenong, direktur divisi pembangkit listrik dari NEA.

 

(Bisnis)