WAH Setiap Melahirkan Bayi Perempuan Dapat Layanan Gratis di Negara Ini

by

Sebuah rumah sakit di negara bagian Gujarat, India meluncurkan inovasi untuk meningkatkan jumlah anak perempuan di India.

Caranya, rumah sakit ini menawarkan untuk membebaskan semua biasa perawatan dan persalinan bagi setiap ibu yang melahirkan anak perempuan.

RS Sindhu di Ahmedabad mengatakan, tawaran spesial ini dilakukan untuk membantu “merayakan kelahiran seorang anak perempuan”.

“Selama bertahun-tahun, kami memerhatikan sebagian besar ibu yang akan melahirkan berharap memiliki anak laki-laki,” kata direktur operasional RS Sindhu Mahadev Lohana kepada harian The Times of India.

“Permen akan kami bagikan untuk kelahiran anak laki-laki tetapi kelahiran anak perempuan akan disambut dengan cara berbeda,” tambah Mahadev.

Berdasarkan sensus pada 2011, di negara bagian Gujarat tercatat terdapat 890 anak perempuan setiap 1.000 anak laki-laki.

Angka ini di bawah level nasional yaitu 919 anak perempuan dari 1.000 anak laki-laki.

Di negara bagian Haryana, jumlah anak perempuan jauh lebih sedikit lagi yaitu 834 orang anak perempuan dari 1.000 anak laki-laki.

Di bawah skema yang dijalankan RS Sindhu, maka ibu yang melahirkan anak perempuan akan menghemat biaya persalinan hingga 7.000 rupee atau sekitar Rp 1,4 juta untuk persalinan normal.

Sedangkan, jika persalinan harus dilakukan dengan cara operasi caesar maka biaya yang dihemat mencapai 20.000 rupee atau sekitar Rp 3,4 juta.

Skema yang dijalankan rumah sakit ini adalah bagian dari sebuah upaya untuk melindungi janin dan bayi perempuan di negeri itu.

Sebab, sebagian besar keluarga di India masih memilih untuk mendapatkan anak laki-laki dan kelahiran anak perempuan biasanya disambut dengan kekecewaan.

Bahkan, jutaan janin yang dipastikan berkelamin perempuan digugurkan setiap tahun di India.

Pemeriksaan kelamin bayi sebelum kelahiran telah dilarang di India sejak 1994 dan pelakunya diancam hukuman penjara maksimal selama lima tahun.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah tingginya aborsi yang dilakukan berdasarkan jenis kelamin janin di dalam kandungan.

Pada 2011, jurnal kesehatan The Lancet mengungkapkan bahwa selama tiga dekade terakhir 12 juta bayi perempuan digugurkan di India.

Dua pertiga perempuan di pedesaan India melahirkan anak-anak mereka di rumah, membuat pemerintah kesulitan melindungi para bayi perempuan itu.

PM India Narendra Modi tahun lalu meluncurkan program “Beti Bachao Abhiyan” atau selamatkan anak-anak perempuan untuk membantu mengurangi pengguguran janin bayi perempuan.

Modi meminta para ayah membuat “selfie” bersama putri mereka dan mengunggahnya ke dunia maya tepat di Hari Perempuan Internasional untuk meningkatkan pemahaman rakyat India.

 

(TRIBUNNEWS)