Pelaku Usaha Otomotif Pinta Penurunan Bunga Cicilan Kredit

by

kredit mobil melalui multifinance di Indonesia International Motor Show 2015 (IIMS). KONTAN/Baihaki/20/8/2015

EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU – Pelaku industri otomotif saat ini mengharapkan lembaga pembiayaan menurunkan bunga cicilan kredit kendaraan bermotor guna menahan perlambatan penjualan

Dengan membumbungnya bunga cicilan kredit kendaraan bermotor memberatkan laju penjualan domestik. Padahal di sisi lain, bank sentral telah memangkas level bunga acuan hingga 6,75% dan menetapkan bunga repo tjuh hari yang di bawah BI Rate.

Sayangnya, seperti diungkapkan General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, hingga sekarang pelaku otomotif menantikan keluwesan lembaga pembiayaan. Menurutnya, dengan pelonggaran bunga cicilan kredit kendaraan, maka kelesuan bisa sedikit tertahan.

“Untuk penyesuaian bunga kredit itu bermanfaat untuk jangka pendek meningkatkan penjualan, karena saat ini saja pasar sudah stagnan,” katanya dilansir Bisnis,

Dia mengungkapkan di tengah situasi kelesuan pasar seperti saat ini, kelonggaran bunga perbankan merupakan penolong. Terlebih, penurunan penjualan domestik bagi Budi belum dapat dihalau. Padahal, katanya, stabilitas ekonomi cukup terjaga selama kuartal pertama tahun ini.

Dari analisa Nissan, setidaknya mayoritas konsumen Indonesia masih mengandalkan pembelian kredit. Khusus NMI, Budi memperkirakan lebih dari separuh pembelian konsumen merupakan kredit. “Dengan perhitungan itu, bunga kredit pun jadi signifikan,” katanya.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gai kindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan saat ini pelaku industri otomotif membutuhkan ke – longgaran yang mampu mendongkrak daya beli konsumen. Selain pemangkasan tarif pajak, simpulnya, pelaku juga berharap agar lembaga pembiayaan segera menyerap level bunga acuan BI.

Dari data Gaikindo, pasar roda empat dalam negeri cenderung menurun. Total penjualan selama empat bulan pertama tahun ini mencapai 351.911 unit, menurun 3,3%.

Harapan perbaikan masih digantungkan pada kuartal kedua tahun ini. Beberapa faktor pemicu perbaikan antara lain pertumbuhan ekonomi dan pencairan anggaran belanja pemerintah.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan terbukanya peluang perbaikan pasar itu didukung dengan adanya peningkatan penjualan ritel.

Saat ini, penjualan ritel secara keseluruhan dalam empat bulan pertama ta hun ini mencapai 346.784 unit, dapat dibilang masih setara dengan capaian tahun lalu yang sekitar 344.352 unit.

“Jadi, masih ada harapan perbaikan,” kata Henry.