Ruas Jalan Pembangunan Flyover Ditutup, Pemprov Riau Minta Maaf dan Imbau Pengendara Cari Jalan Alternatif

by

EKONOMIPOS.COM – Alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau traffic light di persimpangan SKA kini sudah tidak lagi berfungsi. Seng-seng penutup pun mulai dipasang di sekitar lokasi pembangunan flyover. Hal ini pertanda bahwa lokasi proyek pembangunan flyover mulai disterilkan (ditutup).

Bagi anda yang tak ingin terjebak kemacetan panjang, sebaiknya mencari jalan alternatif sehingga tidak perlu melintas di lokasi pembangunan flyover.

Saat ini, kendaraan dari Jalan Tuanku Tambusai arah Jalan Jenderal Sudirman sudah tidak bisa lurus dan harus belok kiri ke Jalan Soekarno- Hatta. Pengendara baru bisa memutar di u-turn depan Hotel Grand Suka. Dari sini, pengendara tidak bisa jalan lurus dari Simpang SKA. Tapi harus belok kiri ke Jalan Tuanku Tambusai ujung.

Sedangkan kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta dari arah jalan Riau harus belok kiri ke Jalan Tuanku Tambusai. Demikian pula kendaraan dari Jalan Tuanku Tambusai dari arah Terminal AKAP harus belok kiri ke Jalan Soekarno-Hatta.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku pelaksana pekerjaan flyover Pemprov Riau menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang melintas.

Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto mengaku pekerjaan pembangunan utama flyover sudah dimulai. Dijelaskannya, pembangunan jalan layang terus berproses di lapangan dan memang berdampak pada kemacetan di ruas yang sedang dilakukan pekerjaan.

“Koordinasi dengan pihak LLAJ terus berjalan selama pekerjaan ini. Memang akan terjadi kepadatan sementara ini. Kami mohon maaf atas kondisi di lapangan. Namun yakinlah, pembangunan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat di Selatan Pekanbaru mendapatkan lalu lintas lebih lancar jika ini (flyover, red) selesai,” papar Dadang kepada seperti dilansir riaupos.

Dengan pemusatan kepadatan lalu lintas di dua persimpangan yang sedang dikerjakan flyover, yakni simpang SKA Pekanbaru dan simpang Pasar Pagi Arengka, memang sudah disiapkan imbauan di lokasi kepada masyarakat agar menggunakan jalur alternatif.

“Sedapat mungkin memang sekarang hindari dulu ruas jalan itu. Kami juga harapkan masyarakat bisa memahami kondisi pekerjaan sekarang,” tambahnya.

Mengenai progres pekerjaan di dua ruas persimpangan padat lalu lintas tersebut, dijelaskan Dadang secara keseluruhan berjalan sesuai progres dan tidak ada persoalan berarti yang dihadapi. Di mana PUPR juga menambah ruas jalan pengganti di sepanjang Soekarno-Hatta sebagai alternatif bagi masyarakat.

“Jalur alternatif rigid yang kami kerjakan sebagai ruas sementara sudah hampir tuntas, kemudian pekerjaan pemasangan tiang pancang flyover akan segera dimulai dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)