Pertama Kalinya, Harga Bitcoin Tembus Rp696 Juta

by

EKONOMIPOS.COM–Harga Bitcoin menembus di atas USD 50 ribu (sekitar Rp 696 juta) untuk pertama kalinya pada Selasa (16/2). Adopsi Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar mendongkrak nilainya.

Mata uang digital terbesar di dunia (berdasarkan nilai pasar) tersebut naik lebih dari 3% ke level tertingginya sepanjang masa yaitu di angka USD 50.487 pada pukul 07:30 pagi ET, menurut data dari Coin Metrics. Harganya kemudian turun dan diperdagangkan 0,2% lebih tinggi dengan harga USD 48.760.

Dikutip dari CNBC, Rabu (17/2/2021) Bitcoin mendapat sokongan dari berbagai perusahaan besar seperti Tesla dan Mastercard yang menunjukkan dukungan untuk penggunaan mata uang kripto. Tesla minggu lalu mengungkapkan telah membeli Bitcoin senilai USD 1,5 miliar dan berencana menerima koin digital sebagai pembayaran untuk produknya.

Sedangkan Mastercard mengatakan akan membuka jaringannya ke beberapa mata uang digital. PayPal dan BNY Mellon juga telah membuat langkah besar untuk mendukung mata uang kripto.

Penggunaan uang tunai oleh Tesla untuk membeli Bitcoin memicu spekulasi apakah perusahaan besar lainnya akan mengikuti langkah tersebut. CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan, perusahaannya pernah membahas rencana serupa namun kemudian menolak gagasan membeli Bitcoin. Di sisi lain, Uber sedang mempertimbangkan untuk menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran.

Perkembangan ini telah membuat banyak investor mata uang kripto percaya bahwa kenaikan terbaru ini berbeda dari reli sebelumnya. Bitcoin meroket menjadi hampir USD 20.000 pada akhir 2017 sebelum kehilangan lebih dari 80% nilainya pada tahun berikutnya. Para pendukung Bitcoin mengatakan, jika gelembung 2017 didorong oleh spekulasi ritel, siklus kali ini didorong oleh permintaan dari investor institusional.

“Saya pikir Bitcoin adalah kelas aset yang jauh lebih stabil saat ini daripada tiga tahun lalu. Dulu didominasi oleh retailer yang memiliki pengaruh, di pasar internasional dengan banyak pengaruh,” kata CEO perusahaan software MicroStrategy Michael Saylor.

MicroStrategy dan fintech Square milik CEO Twitter Jack Dorsey, pernah menjadi berita utama tahun lalu setelah mengambil strategi yang tidak biasa dengan menggunakan uang tunai perusahaan untuk membeli Bitcoin.

“Saya pikir mulai Maret 2020, Anda melihat banyak institusi mulai berdatangan. Dan saya pikir pada 2021 Anda akan melihat tren itu berlanjut. Ada penggemar Bitcoin sebagai alat tukar, tapi saya pribadi percaya bahwa kasus penggunaan yang menarik adalah menyimpannya karena nilainya,” tambah Saylor.

MicroStrategy melihat harga sahamnya naik lebih dari tujuh kali lipat sejak pertama kali membeli Bitcoin pada Agustus. Pekan ini mereka mengumumkan penawaran USD 600 juta dalam bentuk obligasi konversi untuk membeli lebih banyak Bitcoin.

Ada spekulasi bahwa MicroStrategy menawarkan cetak biru untuk pembelian Bitcoin Tesla setelah adanya percakapan antara Saylor dan Elon Musk di Twitter tentang membuat transaksi besar dengan mata uang kripto.

Namun, sebagian lainnya masih skeptis melihat Bitcoin sebagai aset spekulatif dan mengkhawatirkannya menjadi salah satu gelembung pasar terbesar dalam sejarah. Beberapa ekonom menilai bahwa Bitcoin dan mata uang kripto tidak memiliki nilai intrinsik. Survei Deutsche Bank baru-baru ini mengatakan, investor memandang Bitcoin sebagai gelembung paling ekstrem di pasar keuangan.(detikcom)