Ngurah Swajaya: Harus Inovatif Untuk Gaet Pemuda Berduit

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),SINGAPURA – Sejak menjadi Duta Besar RI untuk Singapura 6 bulan lalu, Ngurah Swajaya banyak melakukan diplomasi ekonomi terutama untuk sektor pariwisata. Untuk mengetahui perkembangannya, Bisnis mewawancarai diplomat asal Bali itu di KBRI Singapura Jumat (19/8). Berikut petikannya:

Bisa dijelaskan diplomasi ekonomi yang dilakukan untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Singapura selama tahun ini?

Kedubes RI untuk Singapura terus menggelar kegiatan diplomasi ekonomi mulai dari menggelar diskusi terbatas, forum investor, kunjungan pengusaha Singapura ke Indonesia, misi bisnis, festival, bazar, hingga sosialisasi tax amnesty. Khusus untuk tax amnesty kami sudah menggelar empat kali sosialisasi mulai dari kalangan pengusaha maupun masyarakat luas.

Bagaimana perkembangan perdagangan dan investasi kedua negara?

Hingga Mei 2016, perdagangan Indonesia dengan Singapura mencapai US$9,9 miliar atau turun 23,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Neraca perdagangan minus US$737,78 juta atau meningkat 62,83%. Selama ini, di luar sektor finansial, minyak dan gas, Singapura merupakan salah satu negara dengan jumlah investasi terbesar di Indonesia mengalahkan Malaysia, Jepang, Belanda dan Korea Selatan.

Bagaimana pandangan pengusaha Singapura terhadap iklim bisnis di Indonesia
saat ini?

Terkait langkah yang dilakukan oleh pemerihtah Indonesia berupa pembangunan infrastruktur dan debirokratisasi, pengusaha Singapura memberikan respon positif. Makanya prospek kerja sama bilateral yang sangat besar bisa ditingkatkan, terutama dalam bidang pariwisata.

Potensi wisatawan Singapura sangat besar, bagaimana Anda membantu merealisasikannya?

Momentum Travel Revolution yang digelar pekan ini menjadi ajang yang penting untuk menggarap pasar wisatawan muda negeri jiran ini. Namun obyek tujuan wisatanya harus inovatif sehingga menarik para pemuda yang berduit. Promosinya harus tersegmentasi dan pelaku industri pariwisata harus mendesain paket baru sehingga Indonesia menjadi tujuan utama dibandingkan ke Malaysia atau Thailand. Kami melihat peluang ini cukup besar. Itulah sebabnya kami memfasilitasi dengan berbagai bentuk kegiatan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan pemuda Singapura.

Apa upaya KBRI agar target kunjungan lebih cepat tercapai?

BRI berupaya keras untuk bisa berkontribusi memenuhi target 12 juta wisatawan asing ke Indonesia. Bagi masyarakat Singapura maupun orang asing yang tinggal di sini, wisata merupakan kebutuhan pokok. Mereka butuh objek wisata yang tidak terlalu jauh sehingga biayanya lebih hemat.

Bentuk promosi yang efektif?

Bersinergi dengan berbagai elemen. Terlebih Indonesia dihargai secara khusus di Singapura. Untuk mempromosikan wisata di Indonesia, saya sempat mengajak rekan-rekan dubesar lain mengunjungi Bintan dan Batam.

Destinasi pariwisata termasuk salah satu yang dihargai secara khusus oleh kalangan pariwisata di sini. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi dunia pariwisata Indonesia dan pelaku wisata Indonesia. Jadi kita sekarang harus mulai bersinergi.

Apa upaya mengajak warga asing negara lain yang tinggal di sini?

Saya mengajak 35 duta besar asing dari Jakarta dan Singapura ke Bintan dan Batam. Jadi mereka melihat sendiri. Mereka yang dari Jakarta naik penerbangan langsung ke Pangkal Pinang, sementara yang dari Singapura naik kapal feri. Nah, ini yang ingin saya tunjukkan bahwa aksesnya semudah itu. Begitu mereka sampai dan lihat langsung, mereka tertarik untuk datang lagi.

Bagaimana caranya agar lebih menarik wisatawan Singapura?

Jadi memang harus inovatif, berbagai cara harus dilakukan. Harapan sudah tentu target 12 juta wisatawan tahun ini tercapai, nantinya pada 2019 target Pak Jokowi itu 20 juta. Pertumbuhan ekonomi meningkat, masyarakat punya pekerjaan, kemudian tentu kita ingin mempertahankan citra Indonesia yang selama ini selalu dikenal sebagai negara dengan kekhasannya tersendiri. Keramahtamahannya, keamanannya, dan budayanya yang saya kira ini merupakan modal yang sangat luar biasa untuk membuat Indonesia maju di masa yang akan datang.

Oh ya, dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa menjadi kekhawatiran bagi Singapura?

Tidak akan terjadi penurunan signifikan terhadap ekonomi Singapura sebagai dampai dari Brexit, kecuali bila itu berdampak signifikan terhadap penurunan ekonomi China dan AS. Yang hampir pasti adalah dampak Brexit pada penunan finalisasi EU-Singapore Free Trade Agreement yang masih dinegosiasikan. (*)

 

(Bisnis)