Hindari Penyebaran Covid-19, Penyampaian Ranperda APBD Digelar Secara Virtual

by

SIAK – Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2019 dalam Sidang Peripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak dari Ruang Bandar Siak Live Room Lt II Kantor Bupati Siak, Senin (13/07/2020).

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Siak tahun 2019 yang digelar secara virtual itu merupakan amanat Undang-undang yang menyatakan bahwa Kepala Daerah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak.

Di awal sambutannya, Bupati Alfedri menyampaikan keberhasilan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun Anggaran 2019 sehingga untuk kesembilan kalinya Kabupaten Siak kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Alhamdulillah sudah sembilan tahun berturut-turut Pemerintah Kabupaten Siak berhasil mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yakni sejak 2011 hingga 2019,” kata Bupati.

Lanjutnya, ini merupakan keberhasilan antara eksekutif dan legislatif dalam pengelolaan anggaran guna tercapainya program pembangunan yang merata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.
Berikutnya, Bupati Alfedri memaparkan laporan realisasi anggaran tahun 2019 yang berupa gambaran umum hasil pemeriksaan BPK-RI.

Pendapatan Daerah dalam tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2,112 triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp2,225 triliun lebih atau sebesar 105,36 persen. Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp238,067 miliar dengan realisasi sebesar Rp264,366 miliar atau 111,05 persen, Pendapatan Transfer sebesar Rp1,808 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,898 triliun atau 104,97 persen dari target.

Bupati Alfedri melanjutkan, anggaran belanja pada APBD tahun 2019 setelah perubahan sebesar Rp2,249 triliun dengan realisasi sebesar Rp2,087 triliun atau sebesar 92,81 persen dari target,” urainya.
Bupati Alfedri juga menyampaikan pembiayaan Daerah yang terdiri dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Tahun Anggaran 2019, penerimaan pembiayaan daerah Rp289,225 miliar yang digunakan untuk menambah defisit anggaran sebesar Rp136,594 miliar sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp136,594 milyar.

“Sedangkan penerimaan pembiayaan daerah pada tahun anggaran berjalan sebesar Rp289,342 miliar sehingga diakhir tahun anggaran 2019, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp427,835 miliar,” jelasnya.

Bupati juga menjelaskan mengenai beban anggaran Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2019.

“Pada tahun anggaran 2019, beban Pemerintah Kabupaten Siak sebesar Rp1,938 triliun lebih dengan rincian, Beban Belanja Pegawai sebesar Rp691,625 miliar, beban persediaan sebesar Rp101,515 miliar, Beban jasa sebesar Rp436,441 miliar, beban pemeliharaan sebesar Rp86,711 miliar, Beban perjalanan dinas sebesar Rp87,037 miliar,” ucapnya.

“Kemudian beban subsidi sebesar Rp7,170 miliar, beban hibah sebesar Rp32,604 miliar, beban bantuan sosial sebesar Rp34,730 miliar, beban penyusutan sebesar Rp274,793 miliar, beban penyisihan piutang sebesar Rp4,403 miliar, serta beban transfer sebesar Rp151,844 miliar dan beban lain-lain sebesar Rp29,559 miliar,” bebernya.(adv)